TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Mari Elka Minta Pusat Perbelanjaan Gelar Pameran UKM
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Marie Elka Pangestu meminta agar pengusaha pusat perbelanjaan menggelar serta memfasilitasi pameran untuk usaha kecil dan menengah (UKM) minimal sebulan sekali. "UKM dan produsen lokal juga harus mendapat tempat di mall," kata Mari dalam sambutannya saat membuka mall Ciputra World Surabaya pada Jumat 22 Juli 2011.
Ia mengatakan jumlah mall yang berada dikota besar semakin banyak. Karena itu keberadaan mall kata dia harus menghidupkan UKM dan produsen lokal. Apalagi lanjut dia saat ini terjadi perubahan perilaku anak muda yang lebih senang datang ke mall ketimbang pasar tradisional.
"Bukan hanya untuk berbelanja, mall juga menjadi tempat rekreasi dan budaya karena itu di mall juga harus ada unsur budaya lokal," kata dia.
Mari mengatakan enam tahun menjadi Menteri perdagangan, dirinya merasakan konsumen menengah ke bawah saat ini lebih cerewet. Mereka tidak hanya menuntut harga barang yang murah namun juga kualitas yang baik. Menurut dia, saat ini kebutuhan kelas menengah ke bawah bukan melulu makanan namun juga pakaian dan gaya hidup.
Karena itu Mari meminta agar pengusaha mall memberikan perlindungan pada konsumen dengan tidak menjual barang kadaluarsa, barang bajakan dan barang palsu. "Mall juga harus menghemat energi seperti program pemerintah," ujar dia.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan yang perlu diatur adalah zona letak mall dengan pasar tradisional. "Mall yang berdempetan dengan pasar tradisional jangan diberi izin, apalagi masuk kampung-kampung," kata dia.
Ia menambahkan masyarakat masih sering datang ke pasar tradisional dibandingkan ke mall. "Kalau ke pasar setiap hari, kalau ke mall empat kali seminggu, jadi tidak perlu kuatir dengan keberadaan mall," imbuhnya.
DINI MAWUNTYAS





