Patrice Rio Capella (kiri) dan Armyn Gultom. ANTARA/ Dhoni Setiawan
JK dan Sinta Nuriyah Akan Orasi di Deklarasi Partai Nasdem
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Ibu Negara, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dijadwalkan menyampaikan orasi kebangsaan pada acara Deklarasi Partai Nasional Demokrat pada pekan depan. JK akan menyampaikan orasi berjudul "Gerakan Perubahan dan Pentingnya Partai Politik Baru." Sedangkan Sinta Nuriyah akan menyampaikan orasi "Bhineka Tunggal Ika sebagai Modal Bangsa."
Ketua Panitia Deklarasi Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa deklarasi partai akan dilakukan bersamaan dengan acara Rapat Koordinasi Nasional pada 26-27 Juli mendatang. "Akan diikuti 500 peserta dan diisi dengan pembacaan manifesto Partai Nasdem," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Minggu, 24 Juli 2011.
Berikutnya, pada 27 Juli, Partai Nasdem secara resmi akan mengantarkan dokumen administrasi untuk pendaftaran partai ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pawai Budaya Nusantara bertema "Restorasi Indonesia" akan mengiringi acara pengantaran dokumen itu.
Sugeng mengatakan bahwa Partai Nasional Demokrat sudah memenuhi syarat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2010 tentang Pembentukan Partai, yaitu minimal memiliki 1.000 orang anggota, di 100 persen provinsi, 75 persen kabupaten kota, dan 50 persen kecamatan. Setelah terus-menerus melakukan konsolidasi organisasi, Partai Nasdem mengklaim sudah berdiri di 100 persen provinsi, 100 kabupaten kota, dan 96 persen kecamatan.
"Segera akan mencapai 100 persen kecamatan," katanya. Sugeng mengatakan partainya bahkan sudah memiliki perwakilan di wilayah-wilayah terluar Indonesia, seperti Miangas, Rote, dan Marore yang letaknya berbatasan dengan Negara Filipina.
Meski Partai Nasdem telah didirikan, menurut Sugeng, organisasi masyarakat Nasional Demokrat yang lebih dulu berdiri tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. "Fungsi-fungsi keormasan Nasdem tetap berjalan. Ormas tetap ada dan melaksanakan kegiatan sosial seperti yang dilakukan selama ini," terangnya.
Menurut Sugeng, pengurus Partai Nasdem juga menjadi pengurus ormas. Keputusan mendirikan partai diambil setelah pengurus memandang tidak cukup melakukan restorasi di Indonesia hanya dengan ormas. "Memang terjadi pergulatan di dalam. Meski ormas sangat penting di tengah keringnya daya rekat bangsa ini," katanya.
KARTIKA CANDRA





