Tak Cuma Lebaran, Musim Dingin Juga Picu Harga Naik Semester Kedua

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat ekonomi makro EC-Think Indonesia Telisa Falianty mengatakan harga komoditas pada semester kedua mendatang diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan pada semester pertama lalu. Hal ini beralasan karena pada beberapa bulan mendatang kawasan Amerika dan Eropa akan mengalami musim dingin.

"Kalau melihat sejarahnya saat musim dingin pasti harga komoditi dunia pasti naik," kata Telisa di sela-sela diskusi ''Apresiasi Rupiah dan Kenaikan Harga Komoditas Sebagai Anugerah atau Kutukan?'' yang digelar EC-Think Indonesia di Cafe Tea Addict Jakarta Selatan, Minggu (24/07).

Inflasi tentu bakal terkerek naik. Menurutnya jika Indonesia tidak bisa meredam shock akibat kenaikan harga komoditas dunia ini maka inflasi pasati akan naik. Namun, kata Telisa, perlu dicermati pula tren yang terjadi di negara-negara kawasan  Timur Tengah, yakni apakah terjadi gejolak politik lagi atau tidak. "Karena hal tersebut bisa berpengaruh," tambahnya.

Telisa mengatakan Indonesia juga perlu memperhatikan kondisi iklim . Sebab menurutnya perubahan iklim yang terjadi saat ini cukup berpengaruh. Jika perubahan iklimnya tidak bagus akan berpengaruh terhadap musim tanam dan akhirnya ke produksi pangan.

Menurutnya, negara-negara anggota kelompok 20 atau G-20 tengah gencar membahas masalah harga komoditas.

INDRA WIJAYA