foto

Sejumlah calon penumpang kereta api antre membeli tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, (21/7). ANTARA/Daniel Ari Purnomo

Polisi Ringkus 30 Calo Tiket Kereta Api  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap 30 calo tiket kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu, 24 Juli 2011. Penangkapan puluhan calo itu tidak hanya dilakukan oleh polisi saja, namun juga dibantu polisi khusus kereta api dan manajemen PT Kereta Api Indonesia.

Menurut Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, razia calo itu merupakan koordinasi antara PT KAI dengan polisi. "KAI menggelar razia dan polisi mendukung. Kami sudah sepakat tidak ada calo yang menjual di sana. Kalau ada akan ditindak," kata Baharudin di kantornya, Senin, 25 Juli 2011.

Puluhan calo tersebut, lanjut dia, sudah diambil foto wajahnya dan membuat surat pernyataan tidak akan menjual tiket lagi. Kepada polisi, para calo ini mengaku tidak memiliki hubungan dengan oknum pegawai PT KAI. "Mereka main sendiri-sendiri," ujar Baharudin. Untuk modusnya, setiap hari si calo membeli tiket di loket, seperti pembeli pada umumnya. "Lalu tiketnya dijual lagi. Harganya saya tidak tahu berapa," ujar dia.

Menjelang Ramadan, Baharudin memprediksi penjualan tiket oleh calo akan semakin marak. Sebab, calon penumpang kereta, bus, kapal laut, dan pesawat akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, polisi akan mengerahkan sejumlah anggotanya untuk pengamanan di tempat-tempat itu. "Tempat-tempat persinggahan menjadi konsentrasi massa dan menjadi perhatian kepolisian memberikan pengamanan selama bulan Ramadan karena itu rawan praktek calo," ujarnya.

CORNILA DESYANA