foto

Penumpang berdesak desakan menaiki kereta api Kelas ekonomi Senja Bengawan jurusan Solo Jebres- Jakarta Tanah Abang di Stasiun Purwosari, Solo, Senin (12/9). Meskipun arus mudik belum mencapai puncak, namun banyak penumpang yang tetap tidak terangkut. Penumpang tersebut terpaksa harus menunggu keberangkatan kereta berikutnya. TEMPO/Andry Prasetyo

Pemerintah Siapkan Tambahan Kereta Api untuk Lebaran  

TEMPO.CO, Surakarta - Menghadapi Hari Raya Idul Fitri tahun ini, pemerintah menyatakan akan menyiapkan tambahan kereta api untuk angkutan Lebaran.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Indrawan mengatakan pihaknya sudah memesan kereta api ke PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun. "Kami memesan angkutan kelas ekonomi. Beberapa sudah ada yang siap untuk Lebaran," jelas Tunjung saat peresmian railbus di Surakarta, Selasa, 26 Juli 2011.

Kereta yang dipesan dari INKA adalah 3 set KRDE yang masing-masing terdiri dari empat unit. Satu set saat ini sudah beroperasi, yaitu Madiun Ekspress yang melayani rute Yogyakarta-Solo-Madiun. "Kemudian satu set untuk Tanjung Karang-Kotabumi dan satu set lagi untuk Surabaya-Lamongan," lanjutnya.

Sementara untuk kereta ekonomi AC, pihaknya memesan 11 unit yang rencananya akan digunakan untuk melayani rute lintas selatan. "Kami berharap sebelum Lebaran sudah dapat dioperasikan," terangnya.

Selain itu, PT KAI juga memesan dua set KRDE untuk melayani rute Surabaya-Sidoarjo dan Semarang-Tegal.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Inka Roos Diatmoko menjanjikan pesanan 11 unit kereta ekonomi AC akan selesai sebelum Lebaran. "Mungkin H-10 sudah bisa beroperasi," jelasnya.

Begitu pula dua set KRDE untuk rute Tanjung Karang-Kotabumi dan Surabaya-Lamongan yang saat ini sudah selesai dibuat dan sedang menjalani tes laik jalan.

Sementara dua sisanya, yaitu KRDE untuk rute Semarang-Tegal dan Surabaya-Sidoarjo, masih dalam proses pembuatan. Roos Diatmoko menyebut satu set KRDE bisa mengangkut antara 800-900 penumpang, dan kereta ekonomi AC bisa membawa 1.000-2.000 penumpang.

UKKY PRIMARTANTYO