REUTERS/Thomas Peter
Infografis
Menteri Hatta Akan Umumkan Lembaga Paling Boros Energi
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan evaluasi secara regular akan dilakukan untuk memperkuat gerakan penghematan energi di lingkungan pemerintah. Penggunaan energi listrik dan air di kantor-kantor departemen dan instansi pemerintahan akan dievaluasi secara rutin.
Evaluasi ini, kata Hatta, akan diberikan secara mingguan, bulanan, dan per tiga bulan. Yang akan dievaluasi adalah kementerian dan pemerintah daerah. “Akan diumumkan kementerian dan provinsi mana yang boros dan mana yang hemat,” kata Hatta usai membuka Rapat Koordinasi Pangan Kadin di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2011.
Namun, pemberian evaluasi tersebut belum dibarengi dengan pemberian reward and punishment. “Belum sampai ke situ,” katanya.
Disamping pemberian evaluasi, pemerintah juga meminta semua kalangan masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil, untuk melakukan upaya penghematan energi. "Kami minta masyarakat membangun budaya hemat energi," katanya. Hatta mengatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melakukan sosialisasi melalui buku-buku pendidikan.
Bukan kali ini saja pemerintahan Yudhoyono mengintruksikan agar kantor pemerintahan berhemat energi. Tahun 2008 lalu saat instruksi dikeluarkan, malah Yudhoyono memerintahkan kantor-kantor pemerintahan untuk menghemat penggunaaan listrik. Lampu yang tidak digunakan pada siang hari dimatikan. Pejabat diperintahkan untuk meminimalkan penggunaan jas agar tidak boros menyalakan mesin pendingin.
Namun, instruksi itu hanya dijalankan beberapa saat saja. Tak lebih dari satu bulan, kantor-kantor itu kembali boros energi. Tempo dan beberapa media waktu itu mencatat, masih banyak kantor-kantor pemerintahan menyalakan lampu-lampu yang tidak terpakai pada siang hari. Mesin pendingin tetap dinyalakan, padahal tidak ada orang di dalamnya.
Apakah instruksi pemerintah melalui Hatta ini akan terus berlanjut?
IQBAL MUHTAROM | ERWINDAR





