foto

Rupert Murdoch Berencana Mundur

Posisi James Murdoch pun Ikut Terancam

TEMPO.CO, Jakarta - Skandal peretas telepon telah memukul bisnis keluarga raja media di Inggris, Rupert Murdoch, 80 tahun. Posisi sang putra, James Murdoch, 38 tahun, di News Corp terancam.

Kepolisian di Inggris saat ini tengah mengusut dugaan kasus kesaksian palsu yang dilakukan James di depan parlemen pekan lalu. Politikus dari Partai Buruh, Tom Watson, yang melaporkan James ke polisi.

Mantan perdana menteri Tony Blair di Australia kemarin menyebut skandal peretas telepon Rupert Murdoch-News Corp sebagai perbuatan tercela. Dia tak percaya perbuatan itu dilakukan oleh perusahaan media sekelas News of The World.

"Jelas apa yang terjadi dalam kaitannya dengan hacking cukup tercela," katanya kepada wartawan di Melbourne pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. Namun Blair menolak mengomentari posisi Murdoch di bisnis media.

Blair mengaku beruntung saat menjabat perdana menteri tidak membawa telepon seluler. "Jadi saya tidak pernah berpikir telepon saya akan diretas. Jujur, saya tidak tahu soal apa yang sebenarnya terjadi," kata dia.

Secara terpisah, anggota parlemen dari Partai Buruh, Chris Bryant, yang disebut sebagai komisaris independen di News Corp, meminta direksi dan komisaris memberi waktu bagi James dan ayahnya, yang gagal mengontrol perusahaan.

Selasa pekan lalu, James dan ayahnya dipanggil Komisi Media Parlemen untuk menjawab soal kasus peretas telepon. Skandal ini telah memicu amarah publik di London.

Dalam sebuah surat kepada Ketua Komisi Media, James mengatakan telah menjawab pertanyaan di parlemen dengan jujur.

Namun anggota parlemen mendapat kesaksian lain dari mantan editor News of the World, Colin Myler, dan kuasa hukum The Newspaper Group, Tom Crone.

"James berada pada posisi sulit," kata analis media, Steve Hewlett.

"Jika muncul bahwa ia tahu rincian apa yang menandatangani, ia dalam kesulitan," kata Hewlett.

Posisi James sebagai Direktur British Sky Broadcasting (BSkyB) akan berada dalam pengawasan. Akhir pekan ini, jajaran komisaris akan membahas nasib perusahaan.

Banyak yang berharap jajaran komisaris mendukung James. Dalam laporan keuangan yang dirilis perusahaan pada Jumat pekan lalu, investor memburu saham BSkyB.

Selama empat tahun, James sukses menjabat chief executive perusahaan sebelum menjadi non-executive chairman pada akhir 2007.

News Corp memiliki sejumlah jaringan televisi, antara lain Fox Sport, Fox Broadcasting Company, Fox Television Stations, dan Fox Sport Australia.

Di barisan televisi berbayar, News Corp memiliki saham di empat perusahaan, yakni British Sky Broadcasting (BSkyB), Foxtel, Sky Deutschland, dan Sky Italia.

REUTERS | ERWINDAR