foto

Pasien rombak wajah total (face off), Siti Nurjazila alias Lisa terbaring keluar kamar operasi di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo Surabaya. TEMPO/Fatkhurrohman Taufiq

Hidung Lisa “Face Off” Kian Mancung  

TEMPO.CO, Surabaya - Setelah melakukan operasi selama empat jam, mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB, Kamis siang, 28 Juli 2011, tim dokter RSU dr Soetomo, Surabaya, berhasil mempercantik pasien rombak wajah total (Face Off), Siti Nurjazila alias Lisa.

Ketua Tim Dokter Face Off Prof. Dr. Sjaifuddin Noer SpBP (K) seusai operasi menuturkan operasi kali ini dilakukan untuk memperbaiki tiga titik. "Rencana awal akan ada perbaikan empat titik, tapi setelah di meja operasi kami melihat operasi kali ini cukup tiga titik saja yang diperbaiki," kata Prof. Ending, panggilan akrab Sjaifuddin.

Tiga titik operasi pada wajah Lisa adalah hidung yang sebelumnya sedikit miring, kali ini diperbaiki dan sedikit dimancungkan. Setelah hidung selesai dipermak, operasi dilanjutkan pada bibir yang sebelumnya tidak simetris dan sedikit terlihat besar, dipercantik layaknya bibir orang normal.

Operasi selanjutnya adalah perbaikan pada pipi sisi kanan yang selama ini sedikit turun dan tebal. Tim melakukan penipisan dan dinaikkan ke atas sehingga simetris dengan pipi sebelah kiri.

Rencananya tim dokter juga akan menghilangkan parut memanjang yang ada di leher Lisa. "Parut leher kami anggap tidak perlu ditangani, jadi hanya tiga titik yang kita operasi," ujarnya.

Prof. Ending menambahkan, dalam operasi kali ini, tim dokter sedikit mengalami kesulitan ketika melakukan penipisan pada pipi karena jaringan parut yang ada di dalam kulit ternyata sangat tebal. Untuk perbaikan hidung, tim dokter juga mengalami kesulitan karena pada operasi ini tim dokter harus menjaga agar tulang hidung yang ditanam tidak rusak.

Anggota tim dokter lainya, Prof. Dr. dr. David Perdanakusuma, SpBP menuturkan operasi kali ini melibatkan tujuh dokter dan guru besar spesialis bedah plastik, serta tiga dokter dan guru besar anastesi.

David mengatakan, meski sudah menjalani 16 kali operasi, namun belum bisa dipastikan berapa kali lagi Lisa harus menjalani operasi bedah lanjutan. "Prinsip operasi kali ini bagaimana wajah Lisa bisa mendekati normal. Kalau menjadi di atas normal, itu hanya Tuhan yang bisa melakukan," ucap David.

Dalam hal operasi wajah, David menjelaskan, ada batasan antara titik normal dan estetik di atas normal. Tim dokter untuk kasus Lisa ini hanya berusaha untuk menjadikan Lisa di ambang batas mendekati normal.

"Yang pasti, saat ini Lisa sudah layak untuk tampil di hadapan publik. Kondisi psikisnya juga sangat bagus," papar David.

Kondisi psikis Lisa, menurut penuturan David, sangat membanggakan karena Lisa telah mengalami tiga kali perbedaan wajah, yaitu wajah sebelum dia tersiram air keras, kemudian wajah paska tersiram air keras, dan wajah setelah menjalani berbagai tahapan operasi.

Lisa mengalami rusak wajah akibat disiram air keras oleh suaminya, Mulyono. Lisa mulai menjalani operasi pertama pada 28 Maret 2006 lalu.


FATKHURROHMAN TAUFIQ