foto

TEMPO/Wahyu Setiawan

BCA Raup Laba Rp 4,8 Triliun  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia mencatat laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun pada semester pertama 2011. Laba ini meningkat 20,4 persen dibandingkan tahun lalu semester I 2010. "Laba sebelum beban provisi dan pajak penghasilan naik 24 persen year on year menjadi Rp 5,9 triliun," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2011.

Jahja mengatakan portofolio kredit tumbuh menjadi Rp 159,7 triliun atau naik 21,4 persen year on year. Sementara itu, lanjutnya, jumlah pendapatan bunga bersih dan pendapatan selain bunga tercatat sebesar Rp 11,3 triliun atau tumbuh 17,3 persen dibanding semester I 2010.

"Sedangkan untuk dana pihak ketiga tercatat Rp 285,7 triliun, meningkat 12 persen," tandas Jahja. Ia menjelaskan naiknya portofolio kredit BCA ditopang oleh kondisi perekonomian yang semakin kondusif serta kuatnya sektor konsumsi.

Direktur BCA Henry Koenaiti menambahkan ada peningkatan signifikan di sektor otomotif. Sementara di sektor properti, lanjut Henry, penjualan semester ini sangat baik. "Untuk tiga sampai empat ke depan pertumbuhannya akan tetap baik," tegasnya. Diperkirakan sektor properti akan tumbuh lebih dari Rp 4 triliun pada tahun ini.

Sedangkan untuk sektor Usaha Kecil Menengah dan komersil, Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan selama lima bulan ke depan akan ada banyak kredit, khususnya di sektor industri kelapa sawit, batu bara, dan makanan.

Dalam laporan semester I 2011 terlihat kredit UKM dan komersial meningkat 30,2 persen menjadi Rp65,7 triliun year on year. Sementara untuk kredit konsumer naik sebesar Rp 39,9 triliun pada Juni 2011. "Kredit korporasinya sendiri meningkat 9 persen menjadi Rp 54,2 triliun," ujar Jahja.

ADITYA BUDIMAN