TEMPO/Amston Probel
Infografis
Ormas Nasdem Tak Wajibkan Kadernya Masuk Partai Nasdem
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh membebaskan anggotanya memilih partai politik. Menurut Paloh, kader Nasdem tak dipaksa bergabung dengan Partai Nasdem. "Saya pribadi memberi kebebasan, nggak masalah kalau pun mereka mau memilih parpol lain, kami persilakan," kata Paloh kepada Tempo, 30 Juli 2011.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical memperingatkan kadernya yang terlibat di Partai Nasdem agar secepatnya meninggalkan Golkar sebelum 11 Agustus 2011. Menurut Ical, hal ini bukan kali pertama terjadi di partainya. Sebab sebelum ini, sejumlah kader Golkar yang membentuk partai lain juga memilih mengundurkan diri, seperti mantan kandidat Wakil Presiden, Prabowo dan Wiranto.
Paloh menilai ultimatum Ical tak ubahnya pengkhianatan terhadap hak individu dalam berorganisasi. Jika memang Nasdem yang dimaksud Ical, tak hanya Partai Nasdem melainkan juga Ormas Nasdem. Sebab, menurutnya, anggota parpol yang tergabung dalam ormas bukanlah sebuah pelanggaran.
"Dalam perjalanannya, Nasdem mungkin dilihat sebagai parpol, padahal Ormas Nasdem berbeda dengan Partai Nasdem," kata Paloh. "Dan sebagai ormas, Nasdem bukan organisasi terlarang, cuma kebetulan saja sejak didirikan 1,5 tahun lalu, Nasdem mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat."
Pada prinsipnya, kata Paloh, anggota Ormas Nasdem termasuk dia belum memutuskan apakah akan mendukung Partai Nasdem dalam Pmilu 2014 ataukah bersikap netral. Namun ia optimistis, ke depan ormas Nasdem akan meraup banyak simpati masyarakat.
Partai Nasdem didaftarkan sebagai partai politik berbadan hukum ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 27 Juli lalu. Duduk sebagai Ketua Umum adalah Rio Patrice Capella.
Surya mengklaim Partai Nasdem didirikan bukan atas idenya, melainkan keputusan sejumlah anggota ormas Nasdem. "Saya malah pernah tanya, kenapa harus ada Partai Nasdem," kata Paloh. "Tapi katanya yang mendirikan itu anak-anak muda yang ingin ada perubahan di negeri ini, karena itu ya silakan saja."
ISMA SAVITRI





