Rencana Penutupan Lebak Bulus Bikin Sopir Bus Khawatir

Rencana Penutupan Lebak Bulus Bikin Sopir Bus Khawatir

Terminal Lebak Bulus, Jakarta. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana penutupan terminal Lebak Bulus sebagai imbas dari pembangunan kereta Mass Rapid Transit menimbulkan kekhawatiran di kalangan sopir bus dan angkot. Hutagalung, 47 tahun, sopir Metromini trayek 85 jurusan Kalideres-Lebak Bulus, mengatakan penutupan terminal dapat membuat penghasilannya sehari-hari tergerus.

“Itu sama saja membunuh kami pelan-pelan,” kata Hutagalung saat ditemui Tempo di terminal pada Sabtu siang tadi, 30 Juli 2011.

Hutagalung menilai adanya terminal Lebak Bulus bernilai strategis bagi sopir lantaran menjadi tempat utama menurunkan dan mengangkut penumpang. Jika ditutup tanpa ada terminal alternatif, Hutagalung khawatir kegiatan menurunkan dan mengangkut penumpang tak bisa dilakukan. “Masak kami turunkan di depan jalan?” ujarnya.

Sebelumnya, kepala terminal Lebak Bulus F.K. Wowor memastikan terminal Lebak Bulus akan ditutup. “Tapi tanggal pastinya belum tahu. Antara akhir 2011 atau awal 2012,” ujarnya.

Wowor mengatakan ia belum mengetahui apakah Dinas Perhubungan berencana membangun terminal alternatif sementara atau tidak. “Itu tugas tim perencana,” katanya.

Lubis, 47, sopir bus Kopaja trayek 86, mengatakan terminal alternatif sangat diperlukan. Sebab, kegiatan menurunkan dan mengangkut penumpang di pinggir jalan terlalu riskan bagi sopir. “Kalau ngetem di jalan, sudah dibilang bikin macet, kami ditilang polisi lagi,” katanya.

Lubis mengatakan sopir-sopir bus di Terminal Lebak Bulus belum merencanakan apa-apa untuk menanggapi rencana penutupan terminal yang mengancam penghasilannya. "Mau demonstrasi juga ke mana? Tidak ada yang dengar. Hanya capek saja," ujarnya.

Tapi tak semua sopir tahu akan rencana penutupan terminal ini. Rohadi, 40, sopir angkot trayek 106 jurusan Parung-Lebak Bulus mengaku belum mengetahui rencana penutupan. “Belum dengar,” ujarnya. Begitu juga Heri, 40, sopir angkot trayek 03 jurusan Kebayoran Lama-Pondok Labu. “Tidak tahu,” ujarnya.

Terminal yang luasnya setara dengan enam lapangan sepak bola ini sehari-hari menjadi tempat transit ratusan bus antarkota antarprovinsi, ratusan bus dalam kota, dan ribuan angkot. “Bus antar kota ada 266. Sedangkan dalam kota ada sekitar dua ribu kendaraan yang didominasi angkot,” ujar Wowor.

Terminal ini rencananya akan ditutup sehubungan dengan rencana pembangunan stasiun kereta Mass Rapid Transit. Rencananya kereta tersebut akan menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus.

ANANDA BADUDU

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X