ANTARA/Dedhez anggara
ILO Minta Buruh Penyandang Disabilitas Dimudahkan
TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) meminta negara-negara berkembang memudahkan akses bagi para penyandang disabilitas atau orang yang memiliki ketidakmampuan secara fisik atau mental dalam beraktifitas penting, khususnya buruh. "Kami berharap negara-negara berkembang ke depan memberikan akses lebih luas bagi mereka (penyandang disabilitas)," kata Peter Van Rooij, Direktur ILO dalam siaran persnya, Sabtu, 30 Juli 2011.
Menurut Peter, para penyandang disabilitas juga memiliki hak-hak dasar, dan keinginan mendapatkan akses keadilan formal. Untuk itu ILO bekerjasama dengan pemerintah Australia (AusAID) mendesak pemerintah Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, turut andil membuat program-program yang mampu mengangkat pengetahuan para buruh penyandang disabilitas.
Program-program itu di antaranya, pelatihan kerja, pendidikan, pembuatan kebijakan yang mendukung keberadaan mereka dan program ketenagakerjaan lain. Selain itu, ILO juga mendorong berbagai program-program kemitraan itu dengan para pengusaha, buruh, dan pemerintah.
Menurut Direktur AusAID, Victoria Coakley, di negara berkembang, orang-orang yang memiliki ketidak mampuan fisik dan mental sering dikucilkan dari kehidupan sosial. Mereka mengalami diskriminasi kerja yang mengakibatkan naiknya tingkat pengangguran dan kemiskinan. "Mereka juga mengalami kesulitan mengakses bantuan dan informasi," kata Victoria.
MUHAMMAD TAUFIK





