foto

REUTERS/Cheryl Ravelo

Mahasiswa Tuntut Kejelasan Dana Penjualan Aset STIKOSA-AWS  

TEMPO.CO, Surabaya - Sekitar 50-an mahasiswa dan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) yang tergabung dalam Forum Penyelamat Almamater Stikosa-AWS berunjuk rasa di kampus yang terletak di Jalan Nginden Intan Timur No. 1 Surabaya, Ahad siang tadi, 31 Juli 2011.

Aksi yang didahului dengan kegiatan teatrikal ini menuntut kepada pengurus Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) selaku pengelola kampus agar menjelaskan penggunaan uang Rp 6 miliar yang didapat dari hasil penjualan tanah aset kampus seluas 6.051.51 meter persegi.

Menurut juru bicara aksi M. Zurqoni, pada 2007 YPWJT telah menjual tanah hibah milik Pemerintah Kota Surabaya yang ditempati kampus kepada PT Hermon. PT Hermon adalah badan usaha milik Gereja Bethany Indonesia yang lokasinya berdekatan dengan kampus Stikosa-AWS.

"Sewaktu hendak menjual tanah kampus, Yayasan tidak memberi tahu kepada seluruh mahasiswa dan alumni. Sampai sekarang peruntukan uang hasil penjualan itu juga tidak jelas," kata Zurqoni.

Setelah melepas tanah kampus, kata Zurqoni, pengurus YPWJT malah membangun gedung futsal yang megah di area kampus Stikosa-AWS. Padahal yang lebih dibutuhkan adalah pembangunan laboratorium broadcast, fotografi, dan desain grafis untuk menunjang keterampilan mahasiswa. "Sampai sekarang peralatan praktek mahasiswa tidak dimodernisasi, tapi orientasi Yayasan malah ke bidang yang tak ada hubungannya dengan pendidikan," ujar Zurqoni.

Unjuk rasa itu direspons cepat oleh pengurus YPWJT. Ketua Harian YPWJT Dhimam Abror Djuraid langsung menggelar dialog dengan para pengunjuk rasa di pendapa kampus. Dhimam, yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur, didampingi sejumlah pengurus yayasan, di antaranya Herkusno, Adjidarma, dan Tjuk Suwarsono.

Adapun Ketua YPWJT yang juga bekas Gubernur Jawa Timur Basofi Soedirman tidak hadir. Menurut Dhimam, dirinya siap membeberkan penggunaan dana Rp 6 miliar itu serta jumlah saldo yang tersisa. Tapi ia enggan menyampaikan secara terbuka di hadapan para pendemo karena menyangkut rahasia Yayasan. Karena itu, kata dia, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana itu akan disampaikan secara tertulis setelah ada audit.

"Saya siap buka-bukaan kepada mahasiswa. Tapi siapa yang menjamin masalah ini tidak bocor ke luar, wong sekarang banyak mahasiswa yang punya Facebook," kata Dhimam seraya membantah bahwa penjualan tanah aset yayasan itu dilakukan secara diam-diam. "Sudah ada sosialisasi sebelumnya," katan mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos itu.

Stikosa-AWS semula bernama Akademi Wartawan Surabaya dan kampusnya berada di Jalan Kapasari. Ini merupakan Akademi Wartawan tertua di Jawa Timur karena didirikan sejak 1964 oleh PWI Jawa Timur. Pada 1986 lokasi perguruan tinggi ini dipindah ke Jalan Nginden Intan Timur No. 1 dan menempati tanah milik pemerintah daerah.

Peresmian kampus baru ini dihadiri oleh Menteri Penerangan Harmoko dan Presiden Pakistan Zia Ul Haq. Salah satu penyandang dana Stikosa-AWS adalah almarhumah Toety Aziz, pemilik Harian Surabaya Post.

KUKUH S WIBOWO