TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Topik
18 Nama Calon Hakim Agung yang Diajukan ke DPR
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Yudisial hanya mengajukan 18 nama calon hakim agung hasil seleksi kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah ini jauh dari target sebanyak 30 nama calon untuk mengisi 10 kursi hakim agung yang masih lowong. Saat menyerahkan nama-nama tersebut, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman beralasan hanya 18 orang itu yang masuk dalam kualifikasi yang diinginkan KY.
"Kami tidak ingin memaksakan (untuk) memasukkan 30 nama, tetapi tidak masuk dalam kualifikasi," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Senin, 1 Agustus 2011.
Menurut Eman, proses seleksi hakim agung sudah dimulai sejak Maret 2011 lalu. Total ada 107 calon yang mendaftarkan diri. "Dari 107 (pendaftar), 50 di antaranya adalah hakim karier dan 57 lainnya non-karier," ujarnya.
Komisi melakukan tiga tahap penyaringan untuk memutuskan 18 nama yang lolos ini. Dalam penyaringan tahap ketiga, kata dia, KY meminta masukan dari sejumlah tokoh masyarakat. Antara lain mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, pakar hukum pidana Universitas Parahyangan Arif Sidarta, mantan Hakim MK Mukhti Fajar, dan mantan hakim agung Yahya Harahap.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan, dengan hanya 18 nama yang diajukan ke Dewan, posisi hakim agung yang dapat terisi cuma 6 kursi. "Karena secara teori, 30 nama itu untuk 10 kursi, kalau 18 nama berarti 6 kursi," ujarnya. Politikus Golkar ini mengatakan akan membicarakan soal ini dalam rapat Badan Musyawarah DPR di awal masa sidang yang akan datang.
Soal kekurangan 12 nama itu, Eman mengatakan akan segera melakukan penyaringan dan seleksi kembali. "Kami akan segera melakukan seleksi lagi untuk mengisi kursi yang kosong," ujar Eman.
FEBRIYAN
Berikut ini ke-18 nama calon hakim agung yang diserahkan Komisi Yudisial ke DPR:
1. Husnaini A (Hakim Karier berlatar belakang Hakim Agama)
2. Andi Samsan Nganro (Hakim Karir berlatar belakang Hakim Pidana)
3. Made Rawa Aryawan (Hakim Karier berkompetensi pidana)
4. Syafrinaldi (Hakim Non-Karier Guru Besar FH Universitas Riau dengan kompetensi perdata)
5. Sunarto (Hakim Karier dengan kompetensi perdata)
6. Rahmi Mulyati (Hakim Karier dengan kompetensi perdata)
7. Mayjen TNI Burhan Dahlan (Hakim Karier dengan kompetensi militer)
8. Hary Djatmiko (Hakim Non-Karier dengan kompetensi tata usaha negara)
9. Dewi Kania Sugiharti (Hakim Non-Karier dengan kompetensi tata usaha negara)
10. M. Daming Sunusi (Hakim Karier Perdata)
11. Nurul Elmiyah (Hakim Karier Perdata)
12. Heru Mulyono Ilwan (Hakim Karier Perdata)
13. Gayus Lumbuun (Hakim Non-Karier dengan kompetensi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Krisna Dwipayana)
14. Suhadi (Hakim Karier Pidana)
15. M. Yamin Awie (Hakim Karier Agama)
16. Dudu Duswara Machmuddin (Hakim Non-Karier Pidana)
17. Taqwaddin (Hakim Non-Karier Perdata)
18. Iing R. Sodikin (Hakim Non-Karier Perdata)





