foto

ANTARA/Fanny Octavianus

30 Rambu Lalu Lintas di Jalan Raya Porong Hilang

TEMPO.CO, Sidoarjo - Puluhan rambu lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Porong raib digondol maling. Tidak terkecuali di ruas jalan alternatif yang biasa digunakan untuk menghindari kemacetan di Jalan Raya Porong. "Setelah kami hitung, sebanyak 30 buah rambu hilang," kata Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Husni Thamrin, Senin, 1 Agustus 2011.

Menurut Husni, rambu yang hilang di antaranya penunjuk arah, penunjuk jalur, hingga rambu larangan masuk. Rambu-rambu tersebut diketahui hilang saat dilakukan survei menjelang bulan Ramadan beberapa hari lalu.

Sambil menunggu pemasangan rambu-rambu pengganti, Husni meminta perhatian para pengemudi atau pengendara berhati-hati saat melintas di sekitar Porong. Hilangnya rambu-rambu lalu lintas tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Porong. "Para pengemudi luar kota bisa tersesat," ujarnya.

Jalan Raya Porong yang menjadi jalur utama yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lain di Jawa Timur bagian timur, juga Malang, seperti pada tahun-tahun sebelumnya sangat padat saat arus mudik ataupun arus balik Lebaran.

Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor Sidoarjo berupaya secepatnya memasang rambu-rambu pengganti. Saat ini telah disiapkan 50 rambu baru sebagai pengganti rambu-rambu yang hilang. ”Kami juga memburu pencurinya serta mencegah agar kejadian serupa tak terulang,” ucap Husni.

Husni menjelaskan, mengantisipasi padatnya arus lalu lintas, Dinas Perhubungan menerapkan berbagai upaya. Di antaranya, kendaraan dari Surabaya menuju Malang dan Banyuwangi akan dilewatkan jalur alternatif, yakni melalui Kalitengah menuju bekas jalan tol lama, kemudian keluar di Bundaran Apolo. Sedangkan kendaraan ke arah Mojokerto dilewatkan melalui Kejapanan-Mojosari-Mojokerto.

Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Sidoarjo juga telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di Jalan Raya Porong. Di antaranya menutup lima jalan simpang putar, seperti di depan PLN Porong, pertigaan Juwetkenongo, Polsek Porong, pertigaan Gebang dan pertigaan Mindi. ”Tujuannya untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tanggul lumpur Lapindo,” tutur Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi Ahrie Sonta Nasution.

Menurut Ahrie, selama ini kemacetan terjadi lantaran pengguna jalan berputar untuk kemudian masuk ke lima jalan tersebut. Mereka bermaksud menghindari kemacetan di Jalan Raya Porong, tapi justru semakin membuat kemacetan karena arus kendaraan menjadi terhambat.

Sejumlah petugas lalu lintas dan Dinas Perhubungan sudah ditugaskan bersiaga di lima simpul jalur yang ditutup tersebut. Bahkan telah dipasang tali agar kendaraan tidak bisa melintas.
Bagi pengguna jalan yang akan menuju arah selatan, kata Ahrie, bisa melintas melalui Kalitengah-Krembung-Rumah Sakit Pusat Pendidikan (Pusdik) Polri Porong.

Adapun bagi pengendara dari arah barat bisa melintas melalui Krembung, kemudian berputar ke Rumah Sakit Pusdik Porong. Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo juga akan menutup jalur jalan di pertigaan Pasuruan. Dengan demikian, kendaraan dari arah timur yang menuju Surabaya bisa melintas di Bundaran Apollo.

EKO WIDIANTO