TEMPO/Iqbal Lubis
Topik
Infografis
Laba Borneo Melonjak 3.894,2 persen
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan tambang P. Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) pada semester pertama 2011 mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 177,7 persen. Lonjakan itu ditopang peningkatan volume penjualan perusahaan dan naiknya harga jual batu bara di pasar internasional.
Perusahaan yang mempunyai kode BORN pada transaksi di bursa ini merupakan salah satu produsen batu bara jenis premium (cooking coal). Tingginya penjualan batu bara perusahaan tahun ini juga diuntungkan oleh kenaikan permintaan ekspor di antaranya ke Cina, terutama untuk industri baja.
Hingga paruh pertama tahun ini perusahaan membukukan penjualan Rp 2.984,5 miliar, atau meningkat 177,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 1,074,6 miliar. Laba kotor perusahaan hingga semester pertama tahun ini juga meningkat 224,5 persen menjadi Rp 1.652,2 miliar.
Meningkatnya penjualan juga mendongkrak laba bersih perusahaan. Pada semester pertama tahun 2011 laba besih Borneo melonjak sangat signifikan sebesar 3.894,2 persen menjadi Rp 826,8 miliar dari periode yang sama tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 20,7 miliar.
Kepala analis dari PT BNI Securities, Nurico Gaman, mengatakan penjualan BORN sepanjang semester pertama telah mencapai 63,8 persen dari perkiraan penjualan sepanjang tahun ini Rp 4.678,1 miliar. “Sedangkan perolehan laba bersih perusahaan malah telah mencapai 98,2 persen dari yang kami targerkat sebesar Rp 842,1 miliar untuk tahun ini,” kata Norico.
"Karena itu, kami merevisi laba bersih Borneo sepanjang tahun 2011 menjadi Rp 1,53 triliun," ucapnya lagi. Asumsi itu berdasarkan naiknya harga jual rata-rata batu bara jenis cooking coal menjadi US$ 250 per ton di tahun 2011 dibanding US$ 185 per ton di tahun 2010.
Selain itu perusahaan juga mampu menaikkan kapasitas produksi batu baranya sebesar 85 persen menjadi 3,6 juta ton tahun ini. Margin laba usaha dan margin laba bersih BORN tahun ini juga akan membaik masing-masing menjadi 42,9 persen dan 32,7 persen.
Membaiknya performa kinerja keuangan BORN membuat BNI Securities juga merevisi Price Earning Rasio (PER) menjadi hanya 5,4 kali atau lebih rendah dari PER sektoralnya sebesar 18,5 kali. Norico juga memberikan rekomendasi beli terhadap saham BORN dengan target harga sahamnya hingga ke Rp 2.100 untuk 12 bulan ke depan.
VIVA B. KUSNANDAR





