foto

Pedagang cabai merah. TEMPO/Dasril Roszandi

Harga Sayur dan Buah di Pasar Induk Kramatjati Stabil

TEMPO.CO, Jakarta - Harga beberapa komoditas sayur dan buah di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, tergolong stabil. Menteri Pertanian Suswono mengatakan tahun ini iklim cenderung sudah membaik, sehingga produksi sayur dan buah tidak terganggu.

"Tahun ini iklim sudah cenderung membaik, sudah masuk kemarau, sehingga terjadi pembuahan yang baik. Tidak seperti 2010 yang cenderung sepanjang tahun hujan," kata Suswono usai melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Timur, Rabu 3 Agustus 2011.

Menurut dia, kestabilan harga juga dipengaruhi oleh distribusi dan pengaturan pasokan dan permintaan. "Pasokan dan permintaan perlu diatur agar petani diuntungkan, tapi juga tidak memberatkan konsumen. Peran pasar amat penting. Kalau lancar saya yakin harga tidak akan menjadi-jadi," ujarnya.

Kenaikan harga beberapa sayuran seperti cabai, kentang, dan bawang tidak terlalu tinggi. Harga cabai merah keriting terpantau Rp 5.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 10.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp 5.500 per kilogram. Menurut Satimin, 61 tahun, pedagang cabai di Pasar Induk Kramatjati, pasokan sempat berkurang. "Sebulan kemarin harga cabai rawit hijau malah sempat turun ke Rp 3.000 per kilogram. Pasokan sempat kurang karena awal puasa petani tidak petik."

Sedangkan harga bawang merah terpantau Rp 10.000 per kilogram, bawang putih Rp 6.500 kilogram. Harga kentang relatif masih tinggi. Untuk ukuran kecil dihargai Rp 7.000 per kilogram dan ukuran besar dihargai Rp 8.000 per kilogram.

Menurut Boyke, seorang pedagang kentang, harga kentang minggu ini sudah naik. Sebelumnya kentang berukuran kecil dijual Rp 6.800 per kilogram dan ukuran besar dijual Rp 7.800 per kilogram. Meski ada kenaikan harga, kata dia, pasokan dari Dieng masih lancar.

Menteri Suswono mengakui harga kentang masih tinggi. "Kentang rupanya masih tetap tinggi karena produksi lokal masih kurang."

Pasokan di pasar induk Kramatjati rata-rata per minggu masing-masing untuk cabai 1.000 ton per minggu, bawang merah 645 ton, bawang putih 103 ton, dan kentang 654 ton.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan Jakarta memberi kontribusi terhadap tingkat inflasi nasional sebesar 22 persen. Sedangkan untuk komoditas sayur, buah, dan bumbu rempah tingkat inflasinya dibentuk oleh Pasar Induk Kramatjati. "Apalagi harga komoditas itu di Pasar Induk Kramatjati memberi pengaruh multiflier ke pasar sekunder lainnya," ujarnya.

Dia menyarankan pemerintah mengendalikan dan memantau harga sayur, buah, dan bumbu di Pasar Induk Kramatjati.

ROSALINA