Bawang putih impor dari cina di Pasar Kosambi, Bandung (6/10).Harga bawang impor tersebut naik dari harga Rp 4000 per kg menjadi Rp 13.000 per kg di tingkat eceran. Foto: TEMPO/Aditya Herlambang
Produksi Bawang Putih Anjlok, Impor Melonjak
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengakui, membuka keran impor bawang putih untuk mencukupi kebutuhan nasional. "Produksi dalam negeri tidak mencukupi," ujarnya pada saat melakukan kunjungan ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu, 3 Agustus 2011.
Pemerintah, kata dia, sudah berusaha menggenjot produksi bawang putih pada sentra-setra di daerah. "Dulu ada sentra bawang putih seperti di Tegal, Lombok Timur, Karang Anyar," tuturnya, namun, sekarang, lanjut dia, "produksi sudah menurun karena banyak yang beralih ke komoditas lain. Tapi sekarang akan kami mulai genjot lagi."
Turnip M. Saragih (38), pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramatjati, mengakui 100 persen pasokan bawang putih berasal dari impor. Alasannya, harga bawang impor ini lebih murah dibandingkan dengan harga bawang putih lokal.
"Sudah tidak ada lagi bawang putih lokal, semua impor, produk lokal disini nol persen," kata Saragi.
Bawang putih basah (banci) dijual secara grosir dengan harga Rp 8.000 per kilogram dan bawang putih kering (kating) dijual Rp 11.000 kilogram. Sedangkan bawang putih lokal dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram.
Direktur Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Yul H. Bahar , mengatakan, bawang putih lokal hanya bisa memenuhi empat persen kebutuhan nasional. "Jadi sisanya impor."
Sebelumnya, ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran, Kafi Kurnia, mengaku, impor bawang putih asal Cina menyerbu pasar lokal. Akibatnya, sentra-sentra produksi bawang putih menjadi terpinggirkan. "Sentra produksi bawang merah dan putih kian berkurang, sementara kebutuhan terus meningkat," ujarnya. Dulu, kata dia, sentra bawang putih ada di Brebes, Tegal dan Cirebon. "Tapi makin lama makin kecil, tanah dipakai untuk yang lain, problemnya adalah tanah."
Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, mengatakan, komoditas bawang putih memang sulit didapatkan jika sedang tidak musim sehingga sulit mendapatkan pasokan.
Kelangkaan ini, kata dia, membuat komoditas bawang putih menjadi sangat diburu orang, sehingga dapat mengakibatkan harga tinggi. "Kalau struktural memang belum bisa diproduksi dalam negeri apa boleh buat, harus impor untuk meredam harga."
ROSALINA





