Pasokan Gas Jambi Merang Kembali Molor  

TEMPO.CO, Jakarta - Pasokan gas dari Blok Jambi Merang untuk mengaliri Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar milik PT PLN (Persero) dipastikan tertunda. Kepala Divisi Gas dan Bahan Bakar Minyak PLN, Suryadi Mardjuki, memaparkan semula pasokan sebanyak 65 juta kaki kubik ditargetkan bisa mulai mengalir pada bulan ini.

"Proses swap (pertukaran gas) awalnya kami perkirakan dapat selesai 4 Agustus sehingga tanggal 5 Agustus gas mulai bisa mengalir dan pembangkit bisa menyala," ujarnya, Kamis, 4 Agustus 2011.

Namun, rencana tersebut kandas lantaran masih terdapat kendala di Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) selaku pengatur pertukaran gas tersebut. Kepala Divisi Humas BP Migas Gde Pradnyana menyatakan proses pertukaran gas tersebut tertunda karena belum rampungnya pembangunan pipa yang akan digunakan untuk mengalirkan gas.

"Gas sebenarnya sudah siap, tapi pipanya belum selesai," kata dia. Belum selesainya pembangunan pipa, menurutnya, dikarenakan permintaan PLN yang berubah.

Semula, gas dari Jambi Merang akan digunakan PLN untuk mengaliri pembangkit mereka yang berada di Sumatera, pipa untuk mengantarkan gas pun diakui oleh Gde telah selesai dibangun. Namun, PLN berubah pikiran dan meminta agar gas tersebut dialirkan ke PLTGU Muara Tawar, Jawa Barat.

"Sehingga, kami harus mulai lagi bahas soal anggaran dan komersialnya. Mudah-mudahan bisa segera selesai," katanya.

Gde menjelaskan, untuk mengalirkan gas dari Jambi Merang ke PLTGU Muara Tawar, perlu pembangunan pipa yang menghubungkan Lapangan Sungai Kenawang di Jambi Merang dan Grissik. Pembangunan pipa ini dilakukan oleh pemegang konsesi Jambi Merang, yaitu Joint Operating Body (JOB) Pertamina Hulu Energi dan Tallisman Energy.

Sebelumnya, Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji pernah menyatakan bahwa kontrak pasokan gas dari Jambi Merang sebenarnya sudah ditandatangani sejak 2006. Menurut dia, gas dari blok tersebut seharusnya mulai mengalir pada April lalu melalui pipa South Sumatra West Java (SSWJ) milik PT PGN Tbk. Pasokan gas ini diperoleh dengan mekanisme pertukaran dengan ConocoPhilips.

Pembangkit Muara Tawar sendiri berkapasitas 6 x 140 mega watt. Untuk mengoptimalkan pembangkit ini, setidaknya dibutuhkan pasokan gas minimal 200 juta kaki kubik per hari. PLN mengalami kekurangan pasokan gas hingga 1.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).Sejumlah PLTGU besar seperti Tanjung Priok, Muara Karang, Muara Tawar, Grati, dan Tambak Lorok tidak mendapat gas sejak beroperasi dan terpaksa dimatikan. Saat ini, PGN mengalirkan gas sebanyak 1.674 MMSCFD dengan total mencapai 88.134 pelanggan.

GUSTIDHA BUDIARTIE