foto

Sepeda motor pengurai massa. TEMPO/Aditia Noviasnyah

Polda Metro Terima 150 Unit Sepeda Motor Pengurai Massa

 



 



 



 



TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menerima 150 unit sepeda motor pengurai massa dari Kepolisian Republik Indonesia. "Seratus lima puluh unit untuk 10 Polres," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Jafar seusai penyerahan kendaraan itu, Sabtu, 6 Agustus 2011. Motor-motor ini merupakan bagian dari 1.652 motor pengurai massa yang disediakan Polri untuk mengantisipasi konflik massa yang belakangan kerap terjadi.

Kelengkapan motor pengurai massa yang berjenis trail bermerek Kawasaki KLX 150 ini tak jauh beda dengan motor trail pada umumnya. Hanya, ada penambahan berupa palang pelindung dari besi untuk mengamankan kaki pengendara dan boks di bagian belakang untuk menyimpan perlengkapan ataupun barang bukti.

Motor ini akan dikendarai oleh tim yang mendapat pelatihan khusus. Selain motor, tim juga akan dilengkapi dengan pakaian pelindung berupa helm, rompi yang dirancang khusus untuk tahan panas, benda keras, dan tusukan, hingga sepatu bot. Petugas juga dilengkapi dengan tongkat, senjata flash ball, dan gas air mata. Tim ini nantinya akan bekerja untuk memecah massa ketika ada konflik sebelum dikendalikan oleh Unit Pengendalian Massa.

Polres Kepulauan Seribu, Bandara Soekarno-Hatta, dan Pelabuhan Tanjung Priok tidak termasuk sebagai penerima sarana dan prasarana itu karena dinilai belum perlu. Direktorat Sabara Polda Metro Jaya AKB B. Marpaung mengatakan Polda Metro Jaya tidak menerima motor tambahan itu. Namun Polda akan memaksimalkan 50 unit motor yang sudah ada untuk tim khusus pengurai massa.

Menurut Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Jarno, di Jakarta ada beberapa wilayah yang rawan konflik, yakni Johar Baru, Jakarta Pusat; Matraman dan Pulo Gadung, Jakarta Timur; Kebayoran Lama, Jakarta Selatan; Jelambar dan Cengkareng, Jakarta Barat, Depok dan salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang.

MARTHA THERTINA