foto

Kendaraan terjebak macet di sekitar pusat perdagangan Pasar Baru, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

Wali Kota Ikhlas Kota Bandung Macet  

TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Kota Bandung Dada Rosada menyatakan ikhlas wilayah yang dipimpinnya macet, terutama di akhir pekan. "Saya rela macet, asalkan dapat duit," kata Dada di Bandung, Ahad, 7 Agustus 2011.

Dada menilai kemacetan sebagai indikator masuknya wisatawan dari luar Bandung. "Saya harap wisatawan bertahan di Bandung minimal dua hari," katanya.

Menurut Dada, kunjungan wisatawan bisa meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Bandung sebesar Rp 50 miliar. Wisatawan asing yang banyak berdatangan, kata Dada, berasal dari Malaysia. Indikasinya, ada tiga penerbangan Bandung-Kuala Lumpur yang dilayani dua maskapai, yaitu Air Asia dan Malaysia Airlines.

Dada menambahkan wisatawan lebih suka berbelanja di Pasar Baru, Cicadas, dan Andir. Meski demikian, Dada tidak membiarkan kemacetan tersebut. "Kita bekerja sama dengan Kota Surabaya dalam mengelola tata kota dan birokrasi," kata Dada.

Kemacetan di Bandung diakui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa yang berkunjung ke kota itu pada Ahad ini. Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknlogi Bandung ini menilai kemacetan di Bandung sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi.

Hatta yang mengisi masa mudanya di Kota Parahiyangan ini menilai Bandung akan terus naik jumlah penduduknya lantaran nyaman untuk dihuni. "Jadi, siapa saja wali kotanya akan dipusingkan dengan pertambahan jumlah penduduk," katanya.

AKBAR TRI KURNIAWAN