foto

TEMPO/Tri Handiyatno

Pemerintah Gelar Pasar Murah di Pulau-pulau Terpencil  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mulai Agustus ini menggelar Program Ekspedisi Kesra Nusantara untuk membantu perekonomian warga di pulau-pulau terpencil di seluruh Indonesia. "Di sana akan digelar pasar murah dan hiburan layar tancap," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, di markas Kolinlamil, Minggu 7 Agustus 2011.

Selain itu, di pulau-pulau dengan penghuni rata-rata di bawah puluhan ribu tersebut juga akan dikucurkan bantuan sosial berupa obat-obatan, makanan, buku, dan alat komunikasi. Pemerintah juga mengutus penyuluh agama bagi masyarakat. Menurut Agung, program itu untuk membangun kesejahteraan masyarakat terpencil, yang jauh dari akses perkotaan.

Agung mengakui, memang terjadi kesenjangan ekonomi masyarakat di pulau-pulau terpencil itu. Di banding pulau-pulau besar yang memiliki wilayah perkotaan, tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat di sana jauh lebih rendah.

Program tersebut, kata Agung, menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut. Tahap pertama ada 9 pulau yang disinggahi; pulau Manggar, Karimata, Tambelan Besar, Ranai, Laut, Tarempah, Anambas, Jemaja, Lingga dan Pangkalpinang. Kemudian pada November ada 18 pulau; Bawean, Kangean, Selayar, Benteng, Alor, Kisar, Saumlaki, Yamdena, Kalar-kalar, Kaimana, Fak-fak, Gebe, Talud, Sangir, Toli-toli, Kota Baru, Laut, dan Sapudi.

Dalam ekspedisi itu, bantuan sosial berupa bahan kebutuhan poko, obat-obatan akan dijual dengan harga murah. Bahan-bahan yang dibawa oleh tim adalah; 36 box obat-obatan, 1000 buah Al-Quran, 9 buah timbangan posyandu, 9 box buku bacaan dan perpustakaan nasional, 2000 paket bantuan kebutuhan bahan pokok, 23 ribu paket; berisi beras 5 kilogram dan gula 1 kilogram dijual Rp 50 ribu ke masyarakat.

Menurut Agung, program diluncurkan pada saat momentum Ramadhan sebagai bentuk bantuan pemerintah saat harga-harga kebutuhan bahan pokok terus merangkak naik. Karena akses transportasi yang sulit, ia perkirakan harga kebutuhan pokok di pulau-pulau terpencil menjadi lebih mahal. "Program ini banyak kurangnya, tapi semoga awet," kata dia.

MUHAMMAD TAUFIK