foto

TEMPO/Imam Sukamto

Tahu Putih dan Ikan Selar di Tangerang Selatan Mengandung Formalin

TEMPO.CO, Tangerang - Tim gabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Kesehatan Tangerang Selatan menemukan sejumlah makanan yang dijual di pasar tradisional Jombang Ciputat positif mengandung zat pengawet mayat formalin. Hal itu terungkap dalam inspeksi mendadak yang dilakukan hari ini, Senin 8 Agustus 2011.

"Dari hasil pemeriksaan terindikasi ditemukan komoditas berupa tahu putih dan ikan selar positif mengandung zat formalin. Sedangkan komoditas bahan lainnya negatif," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Latifah Hanum Aini, Senin, 8 Agustus 2011, di kantor pengelola Pasar Jombang.

Sejumlah komoditas yang diperiksa di antaranya ikan selar, ayam potong, usus ayam, ikan asin, tahu kuning dan putih, kolang-kaling, pacar cina, dan kerang. Sampel bahan makanan tersebut diambil dari masing-masing pedagang yang ada di pasar Jombang, Ciputat.

Menurut Latifah, setelah satu per satu sampel makanan diperiksa dengan air larutan formaldehyde test. Tahu putih mengandung zat formalin lebih dari 1,5 miligram per liter, sedangkan untuk ikan laut jenis selar mengandung 0,6 miligram per liter. Cairan yang terlihat dalam tahu putih tersebut berwarna ungu pekat mengindikasikan kandungan formalin yang ada sangat berbahaya.

Makanan yang mengandung zat formalin, kata Latifah, jika dikonsumsi bisa menimbulkan penyakit. Di antaranya infeksi saluran pernapasan dan pencernaan, gangguan hati, kanker, atau ginjal. Bahkan bila kandungan zat pengawet mayat itu lebih tinggi bisa menyebabkan kematian. "Biasanya kan kita makan berkali-kali dan jadinya terakumulasi. Bisa saja menyebabkan kematian," ucapnya.

Latifah meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli makanan di pasar ataupun di mana saja. Ia menjelaskan makanan mengandung formalin atau tidak bisa dibedakan dari bau dan tekstur bahan makanan tersebut sedikit lebih keras. Makanan yang mengandung formalin baunya menyengat zat kimia, tidak kenyal, tapi sedikit keras.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar inspeksi mendadak gabungan terhadap sejumlah komoditas yang rawan menggunakan formalin atau bahan pengawet mayat. Pada kegiatan tersebut sampel-sampel komoditas yang diperoleh dari para pedagang langsung diuji laboratoorium. ”Inspeksi mendadak ini akan ditindaklanjuti secara kontinu khususnya menjelang Lebaran ini,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan Mursan Sobari.

Ipin, salah seorang pedagang ayam potong, mengatakan bahwa ayam potong yang dijualnya itu bebas dari kandungan zat berbahaya formalin. "Terus terang saya senang dengan pemeriksaan begini. Biar masyarakat merasa nyaman," ucapnya.

Dia mengaku setiap hari mampu menjual 100 ekor ayam jenis broiler. Mayoritas para pedagang ayam yang ada di Pasar Jombang memotong langsung di lokasi yang berada tidak jauh dari lapak para pedagang. "Dipotong langsung di tempat pembeli bisa melihat langsung. Jadi kenapa harus takut. Daging ayam yang dijual di sini layak konsumsi, kok," katanya.

JONIANSYAH