foto

M. Nazaruddin. TEMPO/Imam Sukamto

Syarifuddin Ternyata Kerabat Nazaruddin  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan paspor yang digunakan Muhammad Nazaruddin untuk berkelana ke Cartagena, Kolombia, adalah asli. Paspor itu tertulis atas nama Syarifuddin dengan foto orang tersebut, bukan foto Nazaruddin. ”Paspornya asli, tapi dipergunakan secara palsu,” ujar Patrialis di kantornya Selasa, 9 Agustus 2011.

Nazaruddin ditangkap di Cartagena pada Ahad malam waktu setempat oleh Interpol Kolombia. Saat ditangkap, bekas Bendahara Partai Demokrat itu mengantongi paspor atas nama Syarifuddin. Paspor Nazaruddin sendiri sudah dicabut Direktorat Jenderal Imigrasi pada awal Juli lalu. Karena itulah, saat keluyuran ke sejumlah negara, Nazaruddin menggunakan paspor Syarifuddin yang ternyata masih kerabatnya.

Patrialis mengaku hingga kini belum mendapat laporan dari tim yang berangkat ke Cartagena untuk menjemput Nazaruddin. Patrialis juga memastikan paspor Syarifuddin kini sudah dicabut Imigrasi. "Langsung kami cabut dan kami sampaikan secara resmi ke Pemerintah Kolombia."

Sebelumnya, Nazaruddin diduga kongkalikong dengan Kantor Imigrasi Medan, Sumatera Utara, dalam penerbitan paspor atas nama Syarifuddin. Menurut Patrialis, paspor yang dipakai Nazaruddin merupakan paspor resmi yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Medan.

Patrialis tak menampik kemungkinan Nazaruddin memanfaatkan paspor saudaranya karena memiliki kemiripan wajah. "Fotonya beda. Itu paspor orang lain atas nama Syarifuddin. Fotonya lain, namanya lain. Dia (Syarifuddin) ngasih ke Nazaruddin, itu kan urusannya dia," kata Patrialis. "Masa enggak bisa?"



 



ISMA SAVITRI