foto

TEMPO/Nita Dian

BI Rate Bertahan 6,75 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di level 6,75 persen. Artinya ini adalah kali yang ketujuh Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menahan BI Rate di level tersebut. Pada Februari lalu, bank sentral menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 6,5 persen yang bertahan hampir dua tahun.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan Rapat Dewan Gubernur BI menilai tingkat suku bunga itu masih memadai dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

"Tingkat (BI Rate) tersebut masih memadai dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan serta mendukung ekspansi ekonomi yang terus meningkat," kata Difi dalam keterangannya mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa, 9 Agustus 2011.

Dikatakan Difi, Bank Indonesia meyakini dampak gejolak pasar keuangan global seiring penurunan peringkat utang Amerika Serikat terhadap pasar keuangan domestik bersifat terbatas.

Bank sentral berkeyakinan tantangan eskternal itu dapat diatasi dengan senantiasa memantau perkembangan pasar dan berkoordinasi dengan pemerintah.

Difi mengatakan Bank Indonesia meyakini bahwa keputusan kebijakan moneter tersebut akan mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan membawa inflasi kepada sasaran yang ditetapkan.

Bank Indonesia menargetkan inflasi berada di kisaran 5 persen plus minus satu persen pada tahun ini. Sementara pada 2012, inflasi diharapkan lebih rendah di level 4,5 persen plus minus satu persen.

AGUSSUP