TEMPO/Arie Basuki
Topik
Garuda Kemungkinan Punya Terminal Khusus
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji kemungkinan pembukaan terminal khusus bagi penerbangan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. "Kami sedang usahakan Garuda mendapat dedicated terminal," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, Selasa 9 Agustus 2011, di kantornya.
Menurut Mustafa, usulan tersebut sebenarnya sudah lama bergulir. Dengan adanya terminal khusus, diharapkan operasional penerbangan Garuda akan lancar. Namun, bagaimana desainnya, Mustafa meminta ditanyakan langsung kepada manajemen PT Angkasa Pura II.
Berdasarkan informasi yang dirangkum, tahun lalu manajemen Garuda sempat mengusulkan adanya terminal khusus, baik di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Bandara Ngurah Rai. Usul tersebut menyusul rencana Garuda untuk bergabung dalam aliansi global antarmaskapai dengan tujuan memperkuat penetrasi di pasar penerbangan internasional.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, Garuda beroperasi di Terminal 2E untuk penerbangan internasional dan 2F untuk penerbangan domestik. Keberadaan terminal khusus diharapkan bisa mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan Garuda di bandara tersebut.
Berdasarkan data, pada semester pertama tahun ini Garuda berhasil meningkatkan jumlah penumpangnya sebesar 38 persen menjadi 4,19 juta orang, atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,02 juta orang. Kapasitas produksi Garuda juga naik 25,5 persen menjadi 8,25 miliar dari sebelumnya 6,57 miliar seat kilometer.
Tingkat isian Garuda juga meningkat pada kuartal kedua tahun ini sebesar 9,8 persen dari dari 68,4 persen menjadi 75,1 persen. Begitu pula dengan frekuensi penerbangan yang naik 23,1 persen. Dari 26.333 penerbangan pada tahun lalu menjadi 34.424 penerbangan di semester satu tahun ini.
Untuk penerbangan domestik, Garuda berhasil meningkatkan frekuensi sebesar 25,1 persen menjadi 24.049 penerbangan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penerbangan internasonal naik 14,7 persen menjadi 5.182 penerbangan pada tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.518 penerbangan.
EVANA DEWI





