foto

Komandan Pendidikan Angkatan Darat Jenderal Nusret Tasdeler. Foto: apa.az

Berkomplot, 7 Jenderal Ditahan  

TEMPO.CO, Pengadilan Turki memerintahkan menahan tujuh jenderal dan laksamana karena dianggap telah menggerogoti kewibawaan pemerintah. Mereka kini tengah disidik pejabat berwenang sebagai buntut rencana gerakan antipemerintah pada 2009.

Para jenderal yang ditahan itu antara lain Jenderal Nusret Tasdeler, seorang Komandan Pendidikan Angkatan Darat, dan Jenderal Ismail Pekin, Kepala Staf Intelijen Turki. Selain mereka masih terdapat lusinan pejabat senior militer lainnya yang diperiksa karena terlibat dalam perencanaan kudeta.

Akibat penahanan tersebut, empat komandan tertinggi militer termasuk Kepala Staf Jenderal Iswik Kosaner mengundurkan diri 10 hari lalu sebagai bentuk protes atas dipenjarakannya sejumlah pejabat militer usai mereka disidik oleh tim dengan sandi " Operation Sledgehammer".

Konspirasi penggulingan pemerintah pernah dilakukan oleh First Army pada 2003 di Istanbul karena kelompok militer ini tak puas dengan pemerintah yang dipegang oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), sebuah partai yang berakar pada nilai-nilai Islam.

Rencana penggulingan tersebut diwujudkan dalam bentuk peledakan sejumlah masjid, memprovokasi ketegangan hubungan dengan Yunani, kerusuhan politik dan keadilan. Jika rencana tersebut berjalan, ada alasan militer mengambil alih kekuasaan. Namun pemufakatan jahat tersebut keburu ketahuan.

Di masa lalu Angkatan Darat merupakan pengawal negara berideologi sekuler Turki. Penggulingan pemerintah yang sah pernah dilakukan kelompok militer pada 1960 dan 1997 karena pemerintah dianggap melanggar nilai-nilai konstitusi sekuler negara.

Dalam pesan perpisahannya, Jenderal Kosaner mengatakan, "Saya tak sanggup berdiri sementara rekan-rekan saya dibekap dalam penjara sebagai korban ketidakdilan yang diterapkan pemerintah."

BBC | CA