foto

Habis Limbah Terbitlah Biogas

Pemerintah Bakal ''Pilih-Pilih''  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan lebih selektif memilih negara-negara yang menjadi tujuan ekspor gas ataupun gas alam cair di waktu mendatang. Hal itu selaras dengan tujuan pemerintah mengutamakan gas bagi kepentingan domestik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Evita Herawati Legowo mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah pihak soal langkah-langkah seleksi negara yang akan dikirimkan ekspor gas.

"Salah satu pemikiran awalnya mungkin nanti ekspor gas kita kirim ke negara yang tidak memiliki sumber daya alam gas," ujar dia ketika dijumpai di Kementerian Energi, Rabu 10 Agustus 2011.

Selain itu, ke depan pemerintah juga ingin ada imbal balik yang lebih kepada negara saat mengirimkan ekspor gas. "Tidak hanya berupa harga yang tinggi," tuturnya. Timbal balik itu misalnya adanya investasi di sektor hulu migas ataupun pembangunan infrastruktur hilir.

Evita menegaskan hal tersebut memang masih sebatas wacana dan baru akan diberlakukan untuk kontrak-kontrak yang baru. Prinsipnya kontrak-kontrak gas yang sudah ada dan berlaku hingga saat ini masih akan dihormati pemerintah.

Rencananya wacana tersebut akan dimasukkan dalam peraturan perundang-undangan dan menjadi sebuah kebijakan. "Mungkin salah satunya kita bisa masukkan ke revisi undang-undang migas. Harapannya begitu," ujar dia.

GUSTIDHA BUDIARTIE