foto

TEMPO/Dinul Mubarok

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat Enam Bulan lagi

TEMPO.CO, Jakarta - Perlambatan ekonomi Indonesia akibat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan terjadi mulai akhir tahun 2011. "Saat ini baru di pasar bursa. Perlambatan ekonomi baru terjadi di kuartal empat tahun ini," kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, Rabu, 10 Agustus 2011.

Purbaya menyatakan, gerak ekonomi Amerika Serikat sebetulnya belum mengalami perlambatan. "Global demand mereka masih kuat.”

Ia justru menekankan perhatian kepada krisis yang dialami Eropa. "Mereka mengalami krisis kepercayaan, bila tidak dilakukan recovery, Eropa akan mulai mengalami perlambatan bulan Oktober tahun ini," kata Purbaya.

Khusus bagi negara ASEAN, menurut Purbaya, yang mengalami dampak krisis sangat besar adalah negara yang tingkat ekspor impornya tinggi dengan Amerika seperti Singapura dan Malaysia. Sedangkan eksposureIndonesia dengan Amerika rasionya hanya 21 persen.

Akan tetapi, Indonesia harus mengantisipasi efek krisis ini. Ia menyatakan, pemerintah harus terus mensosialisasikan kekuatan ekonomi Indonesia kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan saat perlambatan ekonomi Eropa dan Amerika mulai terjadi.

"Ini harus dilakukan agar nilai rupiah tidak turun akibat kepanikan, kata Purbaya. Ia juga menyatakan, Pemerintah harus mampu menjaga permintaan dalam negeri, salah satunya memberikan imbauan kepada Bank Indonesia untuk tidak menaikkan suku bunga.

FRANSISCO ROSARIANS