Ali Abdullah Saleh. AP/Yemen state TV/Muhammed Muheisen
Topik
Telah Pulih, Presiden Yaman Pulang
TEMPO.CO, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh diizinkan kembali ke negaranya oleh dokter yang merawatnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit militer di Riyad, Arab Saudi. Demikian laporan yang disampaikan kantor berita pemerintah, SABA, Selasa, 9 Agustus 2011.
Menurut keterangan pejabat kantor Kepresiden bahwa Presiden Saleh akan kembali usai menjalani periode penyembuhan. Keterangan pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya itu sekaligus sebagai bantahan laporan yang diterbitkan oleh Asharq-al-Awsat, koran pan-Arab di London, yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat yakin Saleh tidak akan kembali ke Yaman.
Saleh keluar dari rumah sakit militer di Riyad, Arab Saudi, Ahad, 7 Agustus 2011. Di negeri tersebut, dia menjalani perawatan kesehatan selama dua bulan menyusul berbagai demonstrasi di negerinya yang menuntut Saleh mundur dari jabatannya.
Saleh sempat muncul untuk pertama kalinya di televisi pada 7 Juli lalu dalam keadaan terbalut perban setelah menjadi sasaran serangan bom 3 Juni yang membuat dirinya luka-luka. Pada saat itu, dia menuduh kelompok teroris telah menjadikan dirinya sebagai target serangan bom.
Selama beberapa bulan sejak Januari, Yaman dilanda pertempuran yang melibatkan pasukan pemerintah melawan kelompok bersenjata dukungan masyarakat. Para pemberontak ini meminta agar Saleh mengundurkan diri dari jabatannya yang digenggam selama 33 tahun.
Selama Saleh berada di Arab Saudi, kepemimpinan Yaman di Sanaa dipegang sementara oleh Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi. Meskipun demikian, kelompok oposisi menganggap pemerintahannya sudah tidak ada sehingga mereka membentuk Dewan Interim yang bertugas mencegah Saleh kembali ke tampuk kekuasaan.
AL JAZEERA | CA





