foto

Nunun di situs Interpol. (interpol.int)

Lebih Dari 50 Orang WNI Berstatus Buruan Interpol

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 58 warga negara Indonesia tercatat menjadi buron kepolisian internasional (Interpol). Mereka diduga terlibat dalam berbagai kasus pidana, mulai dari korupsi, pencucian uang, penyeludupan manusia, penyalahgunaan senjata api, narkoba, hingga terorisme.

Ada sebagian buron yang sudah tertangkap, namun sebagian besar lainnya masih berkeliaran bebas di luar negeri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dari situs www.interpol.int per hari Senin, 8 Agustus 2011, dari seluruh WNI yang berstatus buron tersebut, 15 orang di antaranya adalah perempuan. Satu nama yang belakangan ini menyita perhatian publik dan pemberitaan media massa adalah Nunun Nurbaetie Daradjatun.

Nunun ditetapkan sebagai tersangka kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia pada Februari lalu. Perempuan berusia 60 tahun itu diduga berperan menyebarkan puluhan lembar cek pelawat bernilai Rp 24 miliar kepada anggota DPR periode 1999-2004 dalam pemilihan tersebut, yang dimenangi Miranda S. Goeltom.

KPK mencekal Nunun ke luar negeri pada 24 Maret 2010. Namun, sebelum dicekal, istri anggota Komisi Hukum DPR Adang Daradjatun ini diperkirakan sudah pergi ke luar negeri terlebih dahulu. Ia dikabarkan tengah berobat di Singapura dan diduga menderita sakit lupa akut.

Lalu ada pula nama buron lainnya, yakni Muhammad Nazaruddin, 32 tahun. Nazaruddin berhasil ditangkap petugas Interpol Kolombia, pada Ahad, 7 Agustus 2011 di Cartagena, Kolombia. Namun, dalam situs itu, hingga Kamis, 11 Agustus 2011, nama Nazaruddin masih tercantum sebagai salah satu orang yang diburu.

Buron lain yang juga berhasil diciduk, yakni Umar Patek, 41 tahun. Tersangka kasus bom Bali I itu dituding mendalangi dan melakukan aksi teror di sejumlah negara. Patek diciduk Kepolisian Pakistan pada bulan Maret lalu. Kamis, 11 Agustus 2011 ini, Patek dibawa ke Indonesia.

Berikut ini adalah nama-nama WNI yang tercatat menjadi buron Interpol:

Hartawan Aluwi (49 tahun), Wijayanto Ang (45), Ricky Chen (45), Nurdian Cuaca (46), David Tjioe (55), Agus Djunara (59), Eddy Gazali (41), Muhammad Malik Gerhana (33), Lisa Evijanti Imam Santoso (52), Rico Hendrawan Imam Santoso (46), Andy Irawan (45), Yudi Kartolo (61), Sherny Kojongian (48), Wing Laksono (65), Thio Huij Lie (51), Elriva Krisnawati Lioe (37), Hendry Guntoro Lioe (33), Sherly Mandagi (29), Mariana (43), Dewi Marita (47), Lioe Oij Min (39), Samir Musaev (38), Widyantono (45), Mangirim Napitupulu (53), Fitri Noho (44), Sunjaya Saputra Ong (55), dan Adelin Lis (53).

Ada pula Sumiyati Parno (36), Bahari Piong (43), Hengky Prasetya (30), Eko Edi Putranto (44), Sahiron (26), Irawan Salim (54), Budi Mulya Santoso (35), Kamir Santoso (42), Leonard Sgiarto Santoso (48), Sofyan Sarabin (43), Imam Saudi (53), Hartono Tirto Susielo Sentoso (53), Mario A. Setiawan (33), Lidia Silau (59), Dapit Sinaga (35), Leonard Patar Muda Sinaga (43), Lisbet Aprilawaty Sinaga (46), Sudiman Sunoto (49), Anton Tantular (47), Theresia Dewi Tantular (51), Sudjiono Timan (52), Joko Soegiarto Tjandra (60), Benny Wenda (36), Hendra Widjaja (54), Fardy Cahyadi Widjaya (43), Hendro Wiyanto (57), Denley Wono (34), dan Andi Putri Zahara (58).

MAHARDIKA SATRIA HADI