Inilah Pesawat Mewah Nazaruddin dari Kolombia

Inilah Pesawat Mewah Nazaruddin dari Kolombia

Kabin pesawat jet Gulfstream G550 (ilustrasi)

TEMPO.CO, Bogota - Berbeda dengan buronan lain seperti Gayus Tambunan (dari Singapura) atau Zarima (dari Amerika Serikat) yang dipulangkan memakai pesawat komersial, M. Nazaruddin pulang akan menumpang pesawat jet mewah. Pesawat yang dicarter pemerintah Indonesia untuk membawa pulang Muhammad Nazaruddin, buron Komisi Pemberantasan Korupsi, adalah jenis Gulfstream. Harga sewa pesawat yang terbang Subuh hari ini, Jumat, 12 Agustus 2011, mencapai Rp 4 miliar.

Pesawat yang disewa secara khusus ini bermesin jet. Kapasitas tempat duduk untuk 6 sampai 12 penumpang. Di dalam pesawat, selain membawa bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, sejumlah tim penjemput dari Kementerian Luar Negeri, Kepolisian RI, Imigrasi, dan KPK turut serta.

Kecepatan pesawat bermesin Rolls-Royce buatan Amerika Serikat ini mencapai 950 kilometer per jam. Rute yang akan dijelajahi pesawat canggih ini dari Bogota, Sudan, lalu ke Dubai, kemudian Jakarta. Di seantero dunia, pesawat ini hanya diproduksi sekitar 182 unit. Pesawat ini biasa dipakai oleh kalangan bisnis dan militer Amerika Serikat dan Israel. Pesawat ini bikin oleh Gulsftream Aerospace yang bermarkas di Savannah, Georgia, Amerika Serikat. Pesawat ini dijual sekitar US$ 50 juta atau Rp 425 miliar.

Nazar ditangkap polisi Kolombia Ahad lalu di Kota Cartagena. Dia dijerat kasus suap proyek wisma atlet SEA Games di Palembang. Kabur sejak 23 Mei, sehari sebelum dicegah tangkal oleh Imigrasi atas permintaan KPK.

Selama dalam pelarian, Nazar menebar tuduhan ke sejumlah orang, seperti Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum yang menerima aliran dana dari proyek Stadion Hambalang, Sentul, Bogor. Uang itu untuk biaya pemenangan Anas dalam merebutkan kursi ketua umum partai pada 2010 lalu. Anas berulang kali membantah tudingan itu.


TOMI ARYANTO (BOGOTA)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X