foto

Pengeboran minyak dan gas di lepas pantai perairan Madura. TEMPO/Fully Syafi

Jawa Timur Dapat Jatah Saham Blok West Madura

TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendapatkan jatah saham participating interest sebesar 10-15 persen dalam pengelolaan blok migas West Madura Offshore (WMO) dari BP Migas.

"Sudah ada kepastian. Kemarin saya sudah bertemu Kepala BP Migas, tapi berapa jumlah persisnya masih dalam pembicaraan dengan Pertamina dan Kodeco," kata Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul, Jumat, 12 Agustus 2011.

BP Migas telah menetapkan PT Pertamina sebagai operator dengan jatah saham 80 persen, sedangkan PT Kodeco Ltd berhak atas 20 persen saham. Menurut Gus Ipul, jatah saham untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur diambil dari bagian saham PT Pertamina.

Blok Migas WMO memiliki kapasitas produksi 14 ribu barel per hari dan akan ditingkatkan menjadi 40 ribu barel per hari.

Jatah saham yang akan diperoleh Pemerintah Jawa Timur, kata Gus Ipul, nantinya akan dibagi bersama dengan Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Gresik. Dua kabupaten itu turut mendapatkan bagian saham karena secara geografis blok migas WMO berada di perairan di antara dua kabupaten tersebut.

Pemerintah di kedua kabupaten itu pun secara resmi juga sudah berkirim surat kepada BP Migas untuk meminta jatah saham. "Secara detail bagaimana format pembagiannya agar adil akan kami bicarakan dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Gresik,” ujar Gus Ipul pula.

Secara terpisah, Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Dewi J Putriatni membenarkan adanya kepastian jatah saham pengelolan blok migas WMO kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Tapi persentasenya berapa belum pasti," ucap Dewi.

Adapun pengelolaan jatah saham bagi Jawa Timur nantinya akan diserahkan kepada PT Petrogas Jatim Utama, sebuah BUMD yang khusus mengelola migas.

FATKHURROHMAN TAUFIQ