TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Soal Blok West Madura, BP Migas Dukung Jawa Timur
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Timur untuk mendapatkan jatah saham participating interest dalam pengelolan Blok West Madura Offshore. Dukungan BP Migas tersebut diwujudkan dengan mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kepala BP Migas, R. Priyono, menjelaskan isi surat intinya meminta pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar bisa turut serta dalam pengelolaan blok migas lepas pantai itu. "Kami berharap pemerintah pusat bisa mempertimbangkannya," kata Priyono, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis dari BP Migas, Jumat, 12 Agustus 2011.
Namun, di dalam keterangan tertulis BP Migas tersebut, Priyono tidak merinci berapa besar bagian saham partisipasi yang dapat diserahkan oleh pihak operator kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Seperti diketahui, kontrak Blok West Madura Offshore diperbarui Mei 2011. Pertamina terpilih menjadi operator dengan saham sebesar 80 persen dan Kodeco sebagai mitranya memiliki 20 persen. Namun setelah penandatanganan kontrak baru tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuntut agar diberikan jatah saham.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta Pertamina memberikan sebagian saham sebesar 49 persen. Alasannya, dengan jumlah saham tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa menempatkan seorang komisaris dalam pengelolaan blok migas tersebut.
Selain itu, ada juga permintaan dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Gresik yang menuntut participating interest minimal 20,7 persen.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, menanggapi positif dukungan dari BP Migas. Dia menjelaskan daerah saat ini sedang melakukan persiapan agar bisa mendapatkan porsi partisipasi tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan membahas masalah tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan. "Yang pasti kami akan membentuk badan usaha milik daerah (BUMD)," papar Saifulah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun, sebelumnya menjelaskan bahwa keinginan Pemerintah Jawa Timur dan dua kabupaten itu harus didiskusikan terlebih dahulu bersama dengan pihak Kodeco sebagai partner PT Pertamina.
Ihwal mekanismenya, menurut Harun, Pertamina merujuk pada pembagian saham bagi daerah seperti yang diterapkan di Blok Cepu. Perkiraannya, porsi pembagian juga tidak akan jauh berbeda dengan porsi yang diberikan kepada daerah di Blok Cepu.
Blok West Madura Offshore memang dinilai cukup berpotensi, prakiraan puncak produksi minyak dapat mencapai hingga 40.000 barel per hari pada tahun 2015.
Saat ini rata-rata produksi minyak blok tersebut telah menyentuh angka 14.000 barel per hari, dan diperkirakan bisa mencapai angka 20 ribu barel per hari di akhir tahun 2011. Sedangkan produksi gas meningkat dari 95,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) menjadi 120 mmscfd.
GUSTIDHA BUDIARTIE





