TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Topik
Pertamina Kaji Rencana Pembelian Blok Exxon
TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT Pertamina (Persero), Mochammad Harun, menyatakan bahwa Pertamina perlu melakukan kajian terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah akan membeli saham-saham blok gas di Aceh yang akan dilepas Exxon.
"Kalau ada potensinya, bisa jadi tertarik," ujar Harun, Jumat, 12 Agustus 2011. Pastinya, kata dia, Pertamina mempunyai prioritas tersendiri untuk aksi pembelian blok-blok migas yang telah disusun dan direncanakan. Saat ini, pembelian saham-saham milik Exxon belum menjadi prioritas.
Kajian terutama untuk pembelian saham di kilang LNG Arun. Pertamina sendiri memiliki porsi saham sebanyak 55 persen di PT Arun NGL, 30 persen milik Mobil LNG Inc (ExxonMobil), dan 15 persen milik asosiasi pembeli gas Jepang (Japan Indonesia LNG Company). Exxon dipastikan akan melepas kepemilikan sebanyak 30 persen.
"Kami, kan, juga memiliki kepentingan dalam di LNG Arun. Ke depannya mau kami jadikan Terminal Regasifikasi Terapung," ujar dia. Namun, Harun belum dapat memastikan apakah Pertamina akan memilih langkah untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya di kilang LNG tersebut.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk, Loekman Mahfoedz, telah menyatakan minat perusahaannya untuk membeli salah satu blok gas yang dilepas oleh Exxon, yaitu Blok B Arun.
"Medco berminat karena ada sinergi nantinya dengan kegiatan operasi Medco di Blok A (milik Medco)," ujar Loekman. Dia berharap, pemerintah dapat mendukung minat Medco ini sebagai salah satu perusahaan minyak dan gas nasional.
Loekman mengaku belum mengetahui nilai ekonomi yang akan ditawarkan oleh Exxon terkait pelepasan Blok B Arun. "Kami masih belum dapat data dari Exxon," tuturnya.
GUSTIDHA BUDIARTIE





