TEMPO/ Imam Sukamto
Topik
Di Jawa Barat, 495 Perlintasan Kereta Tidak Dijaga
TEMPO.CO, Bandung - Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung Bambang S. Prayitno mengatakan di wilayahnya terdapat 689 pintu perlintasan kereta. ”Yang tidak terjaga ada 495 perlintasan kereta,” katanya saat ditemui Tempo di kantornya di Bandung, Jumat, 12 Agustus 2011.
Menurut dia, semua perlintasan kereta tanpa penjaga itu dipastikan akan dipasang rambu penanda perlintasan kereta agar pengguna jalan berhati-hati, termasuk pemasangan jalur kejut jelang perlintasan itu. Di antaranya, ada yang dijaga petugas untuk mengantisipasi kepadatan pengguna jalan selama angkutan Lebaran berlangsung.
Bambang mencontohkan, perlintasan kereta di Cijapati, jalan yang menghubungkan Bandung-Garut, salah satu jalan alternatif di jalur utama lintas selatan Jawa Barat, tidak dipasangi pintu perlintasan dan tidak dijaga. Sepanjang masa angkutan Lebaran nanti, pintu perlintasan itu akan dijaga petugas kereta api bersama polisi.
Di perlintasan Cijapati sengaja belum dipasang pintu perlintasan kereta dengan pertimbangan jarak pandang pengguna jalan pada jalur kereta di sana terbuka. Tapi, kata Bambang, dalam dua tahun terakhir permukiman penduduk yang mulai tumbuh di seputaran pintu perlintasan itu mulai menghalangi pandangan pengguna jalan pada kereta yang melintas.
Bambang mengatakan, jalur itu relatif tidak terlalu sering dilalui kereta api. Tapi, katanya, yang berbahaya adalah saat Lebaran karena pengguna jalan akan memadati jalan tersebut. Untuk mengantisipasi pengguna jalan tidak tertabrak kereta, kata dia, akan ditempatkan petugas yang memegang jadwal kereta yang melintas. ”Yang kita khawatirkan di sana pengguna jalan,” katanya.
AHMAD FIKRI





