foto

Arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Tanjung Priok Siapkan Dermaga Tambahan  

TEMPO.CO, Jakarta - Guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran tahun ini, PT Pelabuhan Indonesia II menyiapkan satu dermaga tambahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Tambahan dermaga itu terutama untuk mengantisipasi kedatangan beberapa kapal penumpang yang tiba secara bersamaan,” kata Humas Pelabuhan Indonesia II, Hambar Wiyadi, dalam keterangan persnya, Sabtu, 13 Agustus 2011.

Dalam kondisi normal, kata dia, Tanjung Priok memiliki dua dermaga untuk pelayanan kapal penumpang, yakni dermaga 105 dan 106 yang panjangnya 450 meter. Jika diperlukan, satu dermaga tambahan, yakni dermaga 107 yang panjangnya 100 meter, juga akan dioperasikan untuk kapal penumpang.

Hambar menyebutkan selama satu bulan pada musim mudik Lebaran, jumlah penumpang kapal laut yang berangkat dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 70 ribu. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan akan naik sebanyak 5 persen.

Pengelola pelabuhan juga menyiapkan dua unit terminal penumpang, yakni Terminal Penumpang Nusantara I dan II dengan kapasitas 5.000 orang. "Kami juga menyediakan posko kesehatan untuk pemudik yang dilengkapi dengan dokter dan perawat," kata dia.

PT Pelabuhan Indonesia juga menyiapkan 14 dermaga untuk melayani kapal-kapal pengangkut barang strategis termasuk kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng. Ke-14 dermaga ini terdapat di Terminal II (dermaga 100, 101, 101 utara, 102, 106, 107, 115, 201, 202, dan 203) dan di Terminal III (dermaga 212, 213, 208), serta bekas Terminal Besi Bekas yang dapat disesuaikan panjang dan draf kapalnya. “Total panjangnya 2.000 meter,” kata Hambar.

Hambar menambahkan, pelayanan dilakukan selama 24 jam setiap hari. Sedangkan pengawasan dan pengendalian bongkar muat akan ditingkatkan melalui petugas Supervisi Operasi di lapangan di masing-masing terminal, serta pengawasan operasi (Wasop) terhadap pergerakan alur dokumen pelayanan kapal. "Untuk perencanaan penyandaran kapal bermuatan strategis ini diprioritaskan dan diupayakan tidak mengganggu jadwal kegiatan pelayanan kapal lainnya," ujarnya.

PINGIT ARIA