indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Soal Mall Baru di Kediri, Walikota dan Wakilnya Berebeda Sikap


TEMPO.CO, Kediri - Wakil Walikota Kediri, Jawa Timur, Abdullah Abubakar, menginstruksikan penghentian izin pendirian mall baru di Kediri. Pasar modern tersebut, menurut dia, mengancam usaha kecil yang mulai kembang kempis.

Sikap tegas itu disampaikan Abubakar setelah pekan lalu resmi berdiri dua mall baru, yakni Ramayana dan Matahari Department Store. "Terus munculnya mall baru, tak bisa dipungkiri mengancam usaha kecil," kata Abubakar kepada Tempo, Minggu, 14 Agustus 2011.

Abubakar bahkan menuding Walikota Kediri Samsul Ashar terlalu tunduk pada kepentingan pengusaha besar. Akibatnya, dalam waktu singkat swalayan dan mall baru terus menjamur di Kediri. Kondisi kian diperparah oleh bermunculannya toko retail seperti Alfamart dan Indomart yang telah masuk sampai ke wilayah kecamatan.

Untuk menjaga kelangsungan hidup pengusaha kecil, Abubakar mendesak pemilik mall dan swalayan besar memberikan ruang tempat usaha kepada para pengusaha kecil. Bahkan mengizinkan pengusaha kecil menyelenggarakan pameran untuk memasarkan produk mereka.

Abubakar juga meminta mall dan swalayan besar mempermudah masuknya barang-barang lokal untuk diperdagangkan di tempat tersebut. "Saya akan paksa mereka menerima produk lokal," ujar Abubakar.

Menanggapi sikap tegas Abubakar, Vice President Marketing Matahari, Deborah Roshanti, mengatakan tidak keberatan memenuhi tuntutan Abubakar. Manajemen Matahari akan memberikan sebagian kecil ruang Hypermart untuk pameran produk lokal. "Kami sudah buktikan di Matahari Pekalongan dengan membuka ruang batik untuk kalangan pengusaha kecil," paparnya.

Matahari di Kota Kediri merupakan gerai ke-98 di Indonesia. Potensi ekonomi Kota Kediri dan daerah-daerah sekitarnya dinilai potensial dan sangat prospektif bagi pengembangan Matahari.

Sejumlah pemilik toko kecil di sekitar lokasi berdirinya Matahari dan Ramayana menyatakan kekhawatirannya karena mall besar itu mengancam usaha mereka.

Pemilik toko pakaian di Jalan Hayam Wuruk yang tak jauh dari Matahari, Budianto, menjelaskan sejak sepekan berdirinya supermall itu telah menyedot perhatian masyarakat dan meninggalkan toko kecil. "Kami kesulitan mempertahankan pelanggan," ucapnya.

Walikota Kediri Samsul Ashar belum bisa dimintai komentarnya. Namun Kepala Humas Pemkot Kediri, Hariadi membantah terjadinya perbedaan sikap antara walikota dengan wakil walikota.

Hariadi juga membantah Pemerintah Kota Kediri, khususnya Walikota Samsul Ashar terlalu tunduk pada pengusaha besar. ”Pemerintah Kota Kediri justru berhasil menghidupkan ekonomi masyarakat dengan mengundang investor,” paparnya.

Selain menyerap 400 tenaga kerja lokal, Matahari juga menciptakan mata rantai ekonomi, seperti pengelolaan parkir yang dilakukan warga setempat.

HARI TRI WASONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X