AP/Marcio Jose Sanchez
Topik
Siap Akuisisi Motorola, Google Bakal Tantang Apple dan RIM
TEMPO.CO, London - Google berniat merambah bisnis mereka ke manufaktur telepon genggam untuk bersaing secara langsung dengan Apple dan Research in Motion. Hal tersebut ditunjukkan dengan rencana Google mengakuisisi perusahaan pembuat telepon genggam Motorola Mobility dengan harga US$12,5 miliar (Rp 106,5 triliun).
Dengan rencana tersebut, Google memberi isyarat bakal melebarkan sayap dengan tidak hanya sebagai penyedia sistem operasi telepon genggam, Android, yang sudah menjadi salah satu pemain besar di pasar global.
Nilai US$12,5 miliar mewakili 63 persen saham premium dalam perdagangan Jumat lalu di Motorola. Google sendiri dikabarkan memiliki cadangan US$39 miliar (Rp 332 triliun).
Jika langkah tersebut terwujud, Google diperkirakan membangun pabrik telepon genggam untuk produk Google dengan sistem operasi Android.
Dengan Motorola Mobility yang bakal tetap sebagai pemegang lisensi Android, Android juga akan tetap sebagai sistem operasi terbuka, Motorola Mobility bakal menjadi bisnis terpisah di bawah naungan Google.
Untuk menekankan platform Android yang terbuka, sistem operasi tersebut masih tetap tersedia bagi rekanan hardware lainnya. Chief Executive Officer Google Larry Page mengatakan, "Banyak rekanan hardware yang berkontribusi terhadap kesuksesan Android dan kami ingin tetap bekerja sama dengan mereka semua untuk memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para pengguna."
Akan tetapi, analis dari ZDNet Ed Bott menilai rencana tersebut sama saja dengan Google bakal bertarung dalam sengketa hukum dengan Microsoft. Sebab, Motorola saat ini digugat Microsoft atas tuduhan pelanggaran paten Android.
ZDNET| KODRAT





