TEMPO/Arif Fadillah
Ada 154 Perusahaan Ditemukan Punya Laporan Keuangan Bermasalah
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein mengungkapkan telah mencatat dan melaporkan 154 perusahaan dengan raport keuangan bermasalah. Namun ia menolak membeber nama-nama perusahaan itu."Tanya ke Komisi Pemberantasan korupsi. Data itu sudah saya laporkan," kata dia usai tes wawancara di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Senin, 15 Agustus 2011.
Menurut dia, perusahaan-perusahaan bermasalah itu ada yang bentuknya koorporasi dengan kepemilikan beberapa orang atau individu. Beberapa perusahaan Muhammad Nazaruddin juga masuk di sana. Namun ia tak mau mengungkapnya karena berkas nama-nama perusahaan sudah dilaporkan.
Yunus Husein hadir di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mengikuti wawancara calon pimpinan komisi pemberantasan korupsi. Soal pencalonannya itu, ia mengaku mendapat ilham setelah salat istikharoh. Terlebih, ia juga sudah mengantongi restu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Makanya saya mendaftar belakangan, saya mesti mikir dulu," kata dia.
Dalam wawancara dia sempat ditanya ihwal beberapa kasus yang pernah ia hadapi, salah satunya soal bailout Bank Century. Sejumlah pihak menilainya kurang maksimal ketika mengaudit dana bank. Yunus membantah,"saya mengaudit century itu lama sekali,?"
MUHAMMAD TAUFIK





