foto

AP/Antonio Calanni

Serikat Buruh Italia Ancam Mogok Massal

TEMPO.CO, Milan - Belum genap satu bulan, langkah penghematan kedua Pemerintah Italia diumumkan. Namun protes atas kebijakan itu terus bermunculan. Sebuah serikat pekerja terbesar di Italia mengancam akan melakukan mogok massal atas ketidakadilan ini.

Sabtu pekan lalu Presiden Giorgio Napolitano menandatangani dekrit darurat, memperkenalkan langkah-langkah penghematan untuk mengurangi defisit fiskal sebesar 45,5 miliar euro atau US$ 64,7 miliar. Program yang diberlakukan lebih cepat setahun dari rencana ini juga dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan anggaran pada 2013.

"Sebuah kesempatan yang tidak tepat," kata Pier Carlo Padoan, Kepala Ekonom Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan yang berbasis di Paris, di harian Minggu La Stampa seperti dilansir Reuters hari ini, Senin 15 Agustus 2011.

Padoan mengakui program Napolitano itu positif, khususnya demi menjaga keseimbangan anggaran. Namun, tidak menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengatasi masalah penghindaran pajak. Kasus penggelapan pajak di negeri ini diperkirakan mencapai 120 miliar euro.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Italia Susanna Camusso mengatakan paket kebijakan pemerintah merupakan pukulan bagi warga yang telah membayar pajak. Konfederasi akan melakukan rapat pada 23 Agustus nanti untuk melakukan pemogokan.

Rencana penghematan menetapkan "pajak solidaritas" kepada mereka yang berpenghasilan lebih dari 90 ribu euro per tahun, dan akan dikenakan selama tiga tahun. Para ekonom, anggota serikat, dan para pemimpin bisnis setuju. Pajak pada kekayaan bukan pada pendapatan tenaga kerja akan lebih baik. Hal itu akan mendorong wajib pajak yang selama ini tidak mengumumkan pendapatan riil mereka, padahal aset pribadinya cukup besar.

Ketua Ferrari Luca Cordeo kepada surat kabar Corriere della Sera di Montezemolo menyebut pajak solidaritas sebagai sebuah skandal.
"Itu salah satu hal untuk meminta sumbangan solidaritas dari saya atau (taipan media dan Perdana Menteri Silvio) Berlusconi, tapi berbeda untuk memukul seorang eksekutif mendukung keluarganya," katanya.

Komentar editorial koran nasional yang terbit hari ini sebagian besar negatif. Mantan Komisioner Eropa Mario Monti, misalnya. Kepada harian Corriere della Sera dia mengatakan paket pajak tidak memiliki keadilan, terlalu berat pada kelas menengah, dan tidak membantu pertumbuhan ekonomi.

REUTERS | ERWINDAR