foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Presiden Bank Dunia: Ekonomi Global Masuk Zona Berbahaya  

TEMPO.CO, Sydney - Presiden Bank Dunia mengingatkan pembuat kebijakan internasional perlu mengambil langkah untuk memulihkan sentimen global yang sempat terguncang akibat penurunan utang berjangka Amerika Serikat dan krisis fiskal Eropa.

"Saya pikir kita memasuki zona bahaya yang baru," kata Zoellick kepada wartawan Ahad malam, 15 Agustus 2011, di Sydney. "Saya pikir bahwa kepercayaan dalam kepemimpinan ekonomi telah menurun, pelaku ekonomi harus mengambil langkah-langkah, baik jangka panjang ataupun pendek untuk memulihkan itu," kata dia seperti dilansir SFGate.com, Senin 15 Agustus 2011.

Kepercayaan investor telah merosot dalam beberapa pekan terakhir. Gagalnya perundingan antara Kongres dan Pemerintah Federal Amerika Serikat menyebabkan Standar & Poors memangkas rating utang negeri ekonomi terbesar di dunia itu.

Kekhawatiran akan krisis utang Eropa akan menyebar dan telah memicu spekulasi pemulihan global akan melemah. Kondisi ini memberikan kontribusi 12 persen pada penurunan indeks MSCI Asia Pacific dalam tiga minggu terakhir.

"Kecuali kepemimpinan ekonomi menemukan masalah dalam dimensi yang berbeda, maka Anda akan melihat menurunnya kepercayaan dan mengarah untuk menyebar. Pemimpin di negara-negara lain akan mengambil kebijakan untuk bisa lolos dari krisis," kata Zoellick yang memimpin lenbaga dengan 187 anggota ini sejak Juli 2007 lalu.

Kabinet Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi pekan lalu menyetujui pemotongan defisit anggaran hingga sebesar 45,5 miliar euro atau US$ 65 miliar. Negeri itu tengah berusaha meyakinkan investor bahwa mereka dapat mengendalikan utang.

Perdana Menteri Sosialis Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero rencananya bakal menggelar rapat kabinet pada 19 dan 26 Agustus ini. Pemerintah berencana mendorong kontrak temporer untuk membantu pasar tenaga kerja dan meningkatkan penerimaan pajak sebesar 2,5 miliar euro pada 2011.

"Fakta bahwa Italia sekarang berbicara tentang mengambil kebijakan pertumbuhan yang lebih mendasar adalah penting, tetapi harus ada tindak lanjut," kata Zoellick.

"Jika beberapa negara seperti Yunani dan Portugal tidak dapat menunjukkan prospek untuk pertumbuhan, maka masalah (krisis utang) akan berlanjut." kata dia.

SFGATE | ERWINDAR