Boediono (kanan). ANTARA/Yudhi Mahatma
Topik
Antara Pidato, Blog, dan Printer Tuan Wapres
TEMPO.CO, Pidato ternyata menjadi media penyaluran hasrat menulis seorang Wakil Presiden Boediono. Saban didaulat untuk menyampaikan pidato di acara-acara nasional dan internasional, Boediono memanfaatkannya untuk menyalurkan hobi menulisnya.
"Sembilan puluh sembilan persen pidato Bapak coretan tangan dia sendiri," kata juru bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, di Jakarta pada akhir pekan lalu.
Boediono selalu mempersiapkan sendiri pidato-pidatonya. Pada waktu luang, guru besar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu menulis dan mencorat-coret bukunya. Dia tak punya asisten khusus.
Bahkan Yopie, sang tangan kanan, tak banyak berkontribusi. Setiap pekan setidaknya Boediono membuat tiga hingga lima pidato. "Tugas saya paling edit tata bahasa, salah ketik, atau salah tulis, tapi kadang malah dia lebih correct daripada saya, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia," ucapnya.
Pada acara yang ringan, biasanya Boediono bisa menyelesaikan konsep pidato dalam dua kali coretan tangan. Sementara itu, untuk acara yang penting, apalagi berskala internasional, koreksinya bisa sampai lima kali.
Meski jadwalnya padat, pria asal Blitar, yang lahir 68 tahun lalu, itu tak lengah. Menurut Yopie, sang wakil presiden selalu bangun pukul 04.00 WIB untuk menyelesaikan sebuah pidato yang akan dipaparkannya pada hari itu.
Tapi, jika waktunya mepet, Boediono akan membuat konsep di dalam pesawat yang membawanya menuju lokasi. Yopie memberi contoh pidato di acara pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-43, di Manado, Rabu pekan lalu.
Kata Yopie, pidato berbahasa Inggris 10 halaman itu dituntaskan pembuatannya di dalam pesawat kepresidenan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma ke Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado.
Bahkan orang nomor dua itu tak pernah lupa membawa perangkat pencetak mungil yang tenaga listriknya disuplai dari baterai. Pidato pun langsung dicetaknya sendiri.
"Lihat kan, dia selalu bawa printer baterai setiap pergi. Ya, mencetaknya di situ juga," kata Yopie.
Selain itu, Boediono aktif menulis di halaman blog pribadinya di wapresri.go.id. "Dia itu kan profesor, mana mau dia dituliskan orang lain. Tabu itu," ujar Yopie.
MUNAWWAROH





