foto

Idrus Marham. TEMPO/Hariandi Hafid

8 September, Deadline Kader Golkar untuk Tinggalkan Nasdem

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golongan Karya mengirimkan kembali surat pada para kadernya yang masuk Organisasi Nasional Demokrat untuk memilih hengkang dari organisasi masyarakat yang dimotori Surya Paloh tersebut.

"Kalau kemarin surat pada institusi, sekarang pada Individu," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di acara refleksi kemerdekaan di Balai Kartini, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2011.

Idrus menegaskan tenggat waktu yang diberikan pada kader yang masih berada di dua kaki adalah tanggal 8 September.

"Partai sudah punya mekanismenya. Mereka harus memilih." katanya. "Mereka tidak bisa berlindung di balik legal formal antara undang undang partai dan undang undang ormas."

Ia menilai secara substantif tidak ada perbedaan antara organisasi masyarakat Nasional Demokrat dengan Partai Nasdem. "Pertanyaannya sekarang, apakah kalau Pak Surya Paloh menang, bakal adakah Partai Nasdem?" ujarnya seraya meminta kader yang berada di Nasional Demokrat untuk jujur.

Namun, Idrus belum menyebutkan siapa saja, kader yang diminta memilih tersebut. Selain itu, banyak juga kader yang sudah menyatakan kembali ke Partai Golkar. "Kalau ada yang keberatan, silakan mengajukan keberatannya. Tapi mereka juga harus jujur. Sikap kita tegas."

Sebelumnya, kader Partai Golkar yang juga pengurus Nasional Demokrat, Ferry Mursidan Baldan, melayangkan surat terbuka ke DPP Partai Golkar atas ultimatum tersebut. "Saat ini pun tidak pernah ada ketentuan yang melarang rangkap keanggotaan antara ormas dan parpol," ujarnya.

ALWAN RIDHA RAMDANI