Dituduh Tilep Dana Guru, Wali Kota Kupang Geram

TEMPO.CO, Kupang - Wali Kota Kupang, Daniel Adoe, merasa geram karena dituduh telah menilep dana sertifikasi guru untuk kepentingan menghadapi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang akan digelar Mei 2012.

"Saya mau katakan bahwa sesen pun saya tidak tilep uang itu. Bila perlu saya akan minta BPK mengauditnya,” kata Daniel, Selasa 16 Agustus 2011, saat menerima ratusan guru yang melakukan aksi demonstrasi.

Para guru menuntut pembayaran dana sertifikasi guru dan uang lauk pauk (UPL) yang belum tertunggak selama dua bulan.

Daniel mengatakan telah mendapat informasi dari berbagai pihak bahwa dirinya dituduh oleh sejumlah guru bahwa belum dibayarnya uang sertifikasi karena digunakan Wali Kota untuk kepentingan Pilkada. "Saya tegaskan, tidak ada kepala daerah yang goblok mau menggunakan anggaran itu untuk kepentingan lainnya. Saya tidak mau terjebak urusan hukum," ujarnya.

Menurut Daniel, keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru karena dana yang ditransfer Kementerian Pendidikan Nasional memang kurang jumlahnya. Kementerian Pendidikan Nasional masih menggunakan data lama tentang jumlah guru yang berhak menerima tunjangan-tunjangan tersebut.

Berdasarkan data sebelumnya, kata Daniel, penerima sertifikasi guru di Kota Kupang hingga tahun 2010 berjumlah 800 orang. Namun sejak tahun 2011 sudah bertambah menjadi 1.104 orang.

Sesuai ketentuan, dana sertifikasi dibayarkan sebesar satu kali gaji, sedangkan uang lauk pauk Rp 20 ribu setiap hari kerja.

Sementara itu, salah seorang guru, Yohanes Nailopo mengklarisikasi pernyataan Wali Kota. Yohanes mengatakan kedatangan para guru untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang belum dibayarkan. "Kami tidak pernah menuduh Bapak Walikota tilep uang sertifikasi guru. Kami datang ke sini untuk perjuangkan hak-hak kami," paparnya.

Daniel Adoe yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang berniat untuk ikut dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang Mei 2012 mendatang.

YOHANES SEO