Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemuda Ini Acungkan Gambar Garuda Dipenggal di Upacara 17 Agustus

image-gnews
TEMPO/Hariandi Hafid
TEMPO/Hariandi Hafid
Iklan

TEMPO Interaktif, Bandung - Seorang pemuda tiba-tiba menyelonong nyaris ke tengah lapangan saat upacara sedang berlangsung sambil mengacungkan poster bergambar mirip lambang negara, Garuda, namun dengan kepala terpenggal dilengkapi tulisan "Patung Garuda telah Mati", "Islam Akan Tetap Hidup".

Pemuda itu belakangan diketahui bernama Muhamad Cucu Setiawan, 34 tahun, asal Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mengenakan setelan kemeja, celana hitam, topi hitam, dan sepatu pantofel cokelat, pemuda berjanggut ini masuk lapangan beberapa saat setelah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membacakan pidato.

Cucu masuk lapangan dari pojok barat daya Gasibu, di dekat tenda kelompok paduan suara PSM ITB dan lokasi pembaca mata acara. "Saya sempat melihat sekilas, tiba-tiba saja dia masuk sambil mengacungkan poster atau apa, tapi tadi dia langsung dibawa lagi sama aparat," ujar Wisnu, anggota paduan suara mahasiswa ITB.

Sesaat setelah diseret keluar, Cucu langsung menjadi pusat perhatian para pemburu berita. Cucu pun langsung menyambut sorotan kamera wartawan dengan kembali mengacungkan poster dari bahan styrofoam yang dia bawa. "Kita sebagai muslim harus menegakkan apa yang tertanam dalam Al-Quran dan Sunnah," ujarnya memberikan alasan atas ulah nekatnya.

Ia menyangkal beraksi atas nama atau dengan sponsor organisasi tertentu. "Saya dari masyarakat Bandung, saya aktif di organisasi yang tidak aktif, saya sendiri saja," kilahnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemuda kelahiran 23 November 1977 itu mengaku pekerjaan sehari-harinya adalah guru privat komputer di sebuah sekolah dasar di Lembang. Cucu tinggal di RT 02 RW 05, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. "Jika aparat yang berwajib mau menangkap, silakan," tandasnya.

Aksi Cucu tak ayal juga menuai reaksi dari beberapa pihak yang nongkrong di sekitar lapangan upacara. Saat wawancara wartawan berlangsung, seorang pria merebut poster styrofoam yang diacungkan Cucu. "Apa ini, bangsat..," kata pria paruh baya yang diduga aktivis sebuah ormas itu.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Widodo Eko Prihastopo menyatakan pihaknya tidak menangkap Cucu. "Ah, itu kan hanya bentuk ungkapan yang terlalu ekspresif, tapi pada intinya dia tidak mengganggu ketertiban," ujarnya seusai upacara.

ERICK P. HARDI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Belajar Sejarah, Ini 7 Rekomendasi Film Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2022

Poster Film De Oost. Foto: IMDB
Belajar Sejarah, Ini 7 Rekomendasi Film Kemerdekaan Indonesia

Belajar sejarah tak melulu dari buku melainkan juga bisa lewat menonton film. Simak ulasannya di sini.


Pelurusan Sejarah Ratu Kalinyamat Harus terus Diupayakan

5 Juni 2022

Pelurusan Sejarah Ratu Kalinyamat Harus terus Diupayakan

Menyosialisasikan perjuangan Ratu Kalinyamat lewat pagelaran seni-seni tradisional yang digemari masyarakat, harus terus ditingkatkan.


Nasib Laksamana Maeda Usai Dukung Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2021

Laksamana Maeda. wikipedia.org
Nasib Laksamana Maeda Usai Dukung Kemerdekaan Indonesia

Laksamana Maeda dianggap pengkhianat karena mendukung kemerdekaan Indonesia. Bagaimana nasibnya?


BM Diah, Wartawan Penyelamat Naskah Asli Proklamasi

16 Agustus 2021

Perjuangan B.M. Diah, wartawan yang menemukan teks proklamasi diabadikan ke dalam cerita komik. Istimewa Dasman Djamaluddin, penulis buku B.M. Diah.
BM Diah, Wartawan Penyelamat Naskah Asli Proklamasi

BM Diah mengatakan naskah asli teks proklamasi dibuang ke tempat sampah begitu saja usai diketik oleh Sayuti Melik.


Askar Perang Sabil, Pasukan Pejuang Kemerdekaan Bentukan Muhammadiyah

16 Agustus 2021

Beberapa yang dicurigai sebagai pejuang kemerdekaan, akan segera dipisahkan untuk kemudian diperiksa sebagai tawanan perang, Desember 1948. National Archive/Onbekend
Askar Perang Sabil, Pasukan Pejuang Kemerdekaan Bentukan Muhammadiyah

Ulama Muhammadiyah di Yogyakarta membentuk satuan Askar Perang Sabil (APS) untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia


AR Baswedan, Tokoh Keturunan Arab yang Berjuang untuk Kemerdekaan RI

14 Agustus 2021

Gubernur DKI Jakarta memajang foto dirinya, ayahnya dan kakeknya dalam memperingati Hari Ayah Nasional
AR Baswedan, Tokoh Keturunan Arab yang Berjuang untuk Kemerdekaan RI

AR Baswedan merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


Mengenal Sukarni, Penculik Bung Karno ke Rengasdengklok

5 Agustus 2021

Sukarni Kartodiwirjo. Foto: IKPNI
Mengenal Sukarni, Penculik Bung Karno ke Rengasdengklok

Sukarni bersama tokoh pemuda lainnya menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok jelang kemerdekaan Indonesia


Kisah Kurir Kemerdekaan Pengirim Kabar Proklamasi 1945

17 Agustus 2017

Paskibra cilik berbaris di acara Napak Tilas Proklamasi Republik Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta, 16 Agustus 2014. Acara tahunan tersebut melibatkan beberapa komunitas dan siswa SMK dan SMP Jakarta sebagai rangkaian mengingat sejarah proklamasi RI pada 17 Agustus 1945. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Kisah Kurir Kemerdekaan Pengirim Kabar Proklamasi 1945

Dua bulan setelah Proklamasi 1945, Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto memberi tugas kepada pemuda-pemuda menyebarkan berita proklamasi.


Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru yang Mati Tragis

16 Agustus 2017

Amir Hamzah di Tanjung Pura, Sumatera Utara
Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru yang Mati Tragis

Amir Hamzah mempromosikan pentingnya kemerdekaan hingga ke dusun. Dibunuh karena dianggap pengkhianat.


Infografis: Drama Menegangkan Seputar Proklamasi 17 Agustus 1945

31 Juli 2017

Pengunjung berfoto di dekat patung Soekarno di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, di Jakarta, 17 Agustus 2015. Rumah yang pernah menjadi kediaman Laksamana Muda Maeda ini adalah tempat naskah proklamasi dirumuskan dan ditandatangani oleh Soekarno sebelum dibacakan 70 tahun lalu. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Infografis: Drama Menegangkan Seputar Proklamasi 17 Agustus 1945

Inilah catatan harian kita seputar Proklamasi 17 Agustus 1945. Ada kisah yang Anda belum tahu?