foto

REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Di Bohodopi Morowali, 66 Tahun Tanpa Listrik  

TEMPO.CO, Morowali - Malam mulai merambah di wilayah Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegelapan sudah sempurna meski waktu baru menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Listrik? Jangan tanya tentang fasilitas mewah itu. Sepanjang negeri ini lahir, belum pernah Bahodopi digerayangi listrik, walau hanya satu menit sekali pun.

Bahodopi, daerah yang masih satu kolong langit dengan negara Indonesia ini teramat rindu dengan yang namanya listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Saking rindunya, kita dengan PLN seolah-olah telah menjelma menjadi rindu yang mendendam,” ujar Burhanuddin, warga desa Bahodopi.

Penerangan di daerah yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tenggara ini sehari-harinya mengandalkan mesin genset. Warga menghidupkan genset mulai pukul 19.00 WITA sampai pukul 21.00. Selain genset, sebagian besar warga hanya mengandalkan lampu teplok atau pelita.

Burhanuddin, pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Bahodopi, menceritakan bahwa pada 2008 lalu, PT PLN telah membentangkan kawat listrik berikut dengan tiang-tiangnya. Namun sampai saat ini, cahaya listrik belum juga dinikmati. “Kita seperti menggantang harapan saja,” kata Bur.

Melihat ketidakpastian itu, warga lalu menurunkan kawat-kawat listrik PLN karena hanya sekadar pajangan saja. “Bertahun-tahun kawat listrik melintang di atas jalan seperti mengejek kita saja,” kata Burhanuddin.

Warga Bahodopi lainnya, Mas’ud, menyatakan makna kemerdekaan adalah merdeka dari kegelapan. Dia meyakini suatu saat negera ini akan menyediakan listrik di daerahnya. “Jangan putus asa, mungkin pemerintah sedang berpikir menempatkan listrik,” ujarnya.

Beruntung setahun belakangan, PT BDM, salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di Bahodopi, mencoba mencairkan hasrat warga yang sudah membuncah soal mandi cahaya listrik ini. Warga lalu berpartisipasi menyediakan batang kayu yang akan dipasangi kawat.

Meski jadwal hidupnya hanya pada malam hari, aliran listrik ini sudah membuat warga bersyukur luar biasa. “Kami menghargai inisiatif perusahaan PT BDM. Jadinya daerah Bahodopi sudah seperti kota,” ujar Burhanuddin.

DARLIS