Monumen Nasional. TEMPO/Subekti
Topik
Tugu Monas Akan Dicuci
TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang ulang tahun tugu Monumen Nasional (Monas) yang ke 50 tahun yang jatuh tahun ini, Monas akan dicuci. “Sudah terlihat badan tugu Monas sudah kotor, dan kita ingin membersihkannya," kata Asisten Sekretaris Daerah DKI Jakarta bidang Kesejahteraan Masyarakat, Mara Oloan Siregar, Kamis, 18 Agustus 2011
Menurut dia, sudah ada perusahaan dari Jerman, Karcher, yang menawarkan untuk membersihkan badan tugu itu. Mereka akan mendatangkan timnya untuk melihat kondisi Monas, sehingga mereka bisa menentukan teknis pembersihan yang aman.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas, Rini Hariyani, Monas tak pernah dibersihkan sejak 1992 “Sudah terlihat badan tugu Monas kotor, karena banyak debu yang menempel,” kata Rini.
Pembersihan dan pencucian badan tugu Monas akan dimulai pada awal Desember dan akan memakan waktu selama dua pekan. Selama pencucian, Monas diupayakan untuk tetap dibuka untuk umum.
Menurut Rini, sebenarnya tidak ada waktu ideal berapa lama badan tugu harus dicuci atau dibersihkan. "Paling tidak setiap empat atau lima tahun sekali dibersihkan” ujarnya. Tugu Monas, kata dia, tak bisa sering sering dibersihkan karena kendala angin kencang.
Meskipun meminta jasa pihak asing, kata Rini, pemerintah DKI Jakarta tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pencucian Monas. “Ini CSR perusahaan Karcher Jerman, yang spesialisasinya membersihkan monumen bersejarah,” katanya. Pencucian badan Monas pada 1992 juga dilakukan oleh perusahaan ini. Adapun untuk perawatan sehari-hari, Monas mendapatkan anggaran dari APBD DKI 2011 sebesar Rp 1,55 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan pencucian badan tugu Monas setinggi 98 meter ini dilakukan untuk menjaga keindahan dan kondisi bangunan bersejarah tersebut. “Bukan hanya warga Jakarta, tapi banyak tamu-tamu negara mengunjungi Monas untuk mengetahui sejarah Jakarta dan Indonesia,” tuturnya.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





