foto

TEMPO/Tri Handiyatno

Warga Serbu Pasar Murah di Jakarta Utara  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar pasar murah di halaman kantor Wali Kota di Tanjung Priok. Dalam pasar murah yang menurut rencana akan digelar hingga Kamis mendatang, 25 Agustus itu, beberapa komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, dan margarin dijual dengan harga hingga 50 persen lebih murah dari harga pasaran.

Paket margarin berisi 10 sachet yang di pasaran dijual Rp 20 ribu, di acara ini dijual Rp 10 ribu. Satu kilogram gula dijual Rp 7.000, sementara di pasar harganya Rp 10 ribu. Beras jenis Rojo Lele dijual Rp 6.000 per kilogram, lebih rendah dari Rp 2.000 dari harga di pasaran. Panitia juga menyediakan 5000 liter minyak goreng yang dijual seharga Rp 8.500 per liter.

Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan pasar murah ini sengaja digelar untuk memudahkan pegawainya dan masyarakat sekitar mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah. "Biasanya selama Ramadan harga barang-barang naik, jadi mudah-mudahan ini memudahkan pegawai dan warga untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah."

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Yopi Atmanto, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan beberapa unit usaha kecil dan menengah (UKM), PD Pasar Jaya, Asosiasi Pengusaha Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia II, dan Sinarmas untuk menggelar acara ini. Sehingga, selain bahan kebutuhan pokok, dalam pasar murah ini juga tampak pakaian jadi, kue-kue, dan minuman siap saji. "Total ada 85 peserta."

Masyarakat antusias memborong berbagai produk yang ditawarkan. Wita, misalnya. Ibu rumah tangga berusia 31 tahun ini kerepotan menenteng berbagai barang belanjaan. Ia membeli 10 kilogram gula, 5 kilogram beras, dan 4 liter minyak. Padahal, Wita tidak sengaja "menemukan" pasar murah ini dalam perjalanan pulang usai menjemput anaknya dari sekolah. "Uang di kantong keluar semua, mumpung murah."

PINGIT ARIA