Bulog memerlukan operasi pasar secara masif
Topik
Dua Pekan Lagi 300 Ribu Ton Beras Thailand Masuk Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik akan kembali melakukan impor beras sebanyak 300 ribu ton. Kali ini beras impor berasal dari Thailand dan ditargetkan mulai masuk secara bertahap September tahun ini. "Bulog ditugasi oleh pemerintah untuk impor beras. Saat ini surat penugasan impor beras ini baru keluar untuk 500 ribu ton beras dari Vietnam dan 300 ribu ton beras dari Thailand," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso saat dihubungi, Senin 22 Agustus 2011.
Menurut dia, kalkulasi jumlah beras yang diimpor Bulog didapat dari perhitungan dan rekomendasi berbagai kementerian seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian. Sutarto menjelaskan pemerintah membuka keran impor beras kepada Bulog untuk menjaga cadangan beras sebesar 1,5 juta ton setiap harinya.
Dia menambahkan pemerintah telah menandatangani kontrak pembelian 500 ribu ton beras dari Vietnam pada Juli lalu. Beras tersebut akan masuk secara bertahap. Namun beras yang merupakan beras premium dengan kandungan patah sebesar 15 persen itu belum masuk di dalam negeri. Padahal tahap awal beras impor itu ditargetkan masuk pada 18 Agustus 2011.
Beras impor asal Vietnam terlambat masuk, lanjutnya, karena masalah cuaca dan kapal. "Beras impor akan masuk sebesar 3.850 ton ke pelabuhan di Palembang nanti malam atau besok pagi. Terlambat masuk karena cuaca dan kendala kapal. Kami menargetkan beras impor Vietnam masuk paling lambat Oktober," ungkapnya. Beras impor terpaksa masuk secara bertahap dalam jumlah relatif kecil karena pelabuhan di Indonesia hanya bisa menampung dalam kapasitas kecil.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengatakan Perum Bulog baru saja mendapatkan izin impor beras yang jumlahnya sebesar 1,5 juta ton. Namun Sutarto enggan berkomentar mengenai pernyataan Menteri Pertanian tersebut. "Saya tidak mau berkomentar tentang izin impor itu. Perum Bulog hanya ditugasi pemerintah, dan pemerintah pasti ada perhitungannya setiap mengeluarkan kuota izin impor beras," ujarnya.
ROSALINA





